Biografi Pahlawan Revolusi Karel Sadsuitubun akan Dibukukan oleh Polri
6cd2aa92-2c95-4169-a0f2-9344277c5749-768x512

AMBON,Nunusaku.id,- Setelah dibuatkan patung di tanah asalnya, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Kepolisian Republik Indonesia juga akan membukukan biografi tokoh Polri asal Maluku yang juga Pahlawan Revolusi Aipda Anumerta Karel Sadsuitubun.

Rencana pembuatan buku biografi Aipda Anumerta Karel Sadsuitubun terungkap setelah tim Pusat Sejarah Polri (Pusjarah) berkunjung di Polda Maluku.

Tim yang dipimpin Kepala Pusjarah Polri, Brigjen Pol Hari Nugroho melakukan sosialisasi penggalian dan penelitian untuk penulisan buku biografi tokoh Polri yang berasal dari Malra tersebut.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di ruang rapat utama (Rupatama) Markas Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Selasa (14/5/24).

Turut hadir dalam acara tersebut Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Leo S. Simatupang, beserta para Kasubbagrenmin dan Kabag SDM dari Polresta Ambon, Polres Maluku Tengah, serta Polres Seram Bagian Barat.

Leo menyampaikan kesiapan rencana kunjungan tim Pusjarah Polri ke Polres Maluku Tenggara.

“Kami mohon petunjuk dan arahan terkait persiapan yang harus kami lakukan. Ini untuk meningkatkan semangat perjuangan, khususnya kepada seluruh anggota Polda Maluku,” katanya.

Mantan Kapolresta Ambon itu berharap, penulisan biografi Aipda Anumerta Karel Sadsuitubun dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus Polri dalam menghayati nilai-nilai perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sementara Brigjen Pol Hari mengaku, pihaknya memiliki tanggungjawab besar, termasuk menangani upacara penting seperti Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Istana Negara, dan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober.

Ia juga menginformasikan tentang Hari Juang Polri yang akan diperingati setiap tahun pada 21 Agustus. Brigjen Hari menekankan pentingnya memperkaya referensi dan produksi buku-buku tentang sejarah kepolisian.

“Kami di Pusjarah terus berupaya setiap tahun untuk memproduksi buku-buku sejarah kepolisian. Untuk bisa mencapai itu ada perjuangannya karena memang dalam pengurusan naskah akademik,” sebut Hari.

“Kita terkendala referensi, karena referensi kita terkait polisi ini sangat minim. Sehingga kami di Pusjarah juga berupaya agar setiap tahun kita memproduksi buku-buku tentang sejarah kepolisian,” tandasnya.

“Kita punya tiga pahlawan, dua pahlawan nasional, yaitu Bapak Hoegeng Iman Santoso Kapolri yang pertama dan Bapak M. Yasin, serta satu Pahlawan Revolusi, yaitu Bapak Karel Sadsuitubun,” tambah Hari.

Di kesempatan itu juga dilakukan penyerahan buku karya Pusjarah Polri oleh AKBP Edi Purnawan untuk Polda Maluku.

Buku tersebut berisi tentang sejarah perkembangan Polri era revolusi dan ensiklopedia Kapolri Jenderal Idham Azis. (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email