Bersama Pangdam, Kapolda Turun ke Taniwel Redam Situasi, Warga Diminta tidak Terprovokasi
IMG-20260912-WA0016

AMBON,NUNUSAKU.ID,- Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto turun langsung ke Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), untuk meredam situasi pasca insiden yang terjadi antara warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe.

Bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Kapolda dan rombongan pejabat utama baik dari Polda Maluku maupun Kodam XV Pattimura tiba di Desa Patahuwe Sabtu (12/9/26) dini hari.

Kehadiran langsung kedua pimpinan TNI-Polri itu menjadi bagian dari langkah cepat untuk memastikan situasi tetap terkendali sekaligus mencegah berkembangnya ketegangan ditengah masyarakat.

Setibanya di Patahuwe sekitar pukul 02.20 WIT, Kapolda dan Pangdam meninjau lokasi rumah warga yang terbakar serta melihat kondisi masyarakat terdampak.

Langkah tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama Kepala Desa Lisabata dan Kepala Desa Patahuwe di Kantor Camat Taniwel.

Pertemuan juga melibatkan unsur pemerintah daerah dan jajaran terkait untuk mencari langkah penyelesaian yang cepat, aman dan tidak memperluas persoalan.

Dalam pertemuan itu, Kapolda menegaskan, masyarakat kedua desa harus menahan diri dan tidak mudah terprovokasi informasi maupun pihak-pihak yang dapat memperkeruh keadaan.

Kapolda meminta masing-masing kepala desa atau Raja untuk mengambil peran aktif menenangkan warganya serta membangun komunikasi yang cepat apabila muncul persoalan di lapangan.

“Masing-masing Raja harus menenangkan masyarakatnya. Kita harus sama-sama menjaga situasi agar tetap aman. Jangan sampai ada orang yang memprovokasi atau orang-orang yang tidak inginkan Maluku ini aman,” tegas Kapolda.

Irjen Dadang juga meminta masyarakat Patahuwe untuk tetap bersabar dan tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperbesar persoalan.

Menurutnya, penyelesaian setiap persoalan harus dilakukan melalui mekanisme hukum dan komunikasi yang baik, bukan dengan tindakan yang dapat merugikan masyarakat sendiri.

“Saya minta masyarakat Patahuwe bersabar. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Mari kita jaga bersama keamanan dan persaudaraan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memberikan perhatian khusus terhadap penyebaran informasi di ruang publik, terutama media sosial (Medsos).

Dia meminta seluruh pihak mengedepankan “Peace Journalism” atau jurnalisme damai dengan menggunakan bahasa yang sejuk dan tidak provokatif dalam menyampaikan informasi mengenai situasi Lisabata-Patahuwe.

“Kepada media, agar mengedepankan “Peace Journalism” atau jurnalisme damai dengan menggunakan kata-kata yang dingin. Jangan gunakan kata-kata yang justru membuat situasi semakin panas,” kata Dadang.

Pesan tersebut disampaikan karena informasi yang tidak terverifikasi maupun narasi yang provokatif berpotensi memperbesar kesalahpahaman dan memicu reaksi lanjutan ditengah masyarakat.

Kapolda menegaskan, keamanan Maluku merupakan tanggungjawab bersama. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Senada, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan, kehadiran dirinya bersama Kapolda di Taniwel merupakan bentuk kepedulian langsung terhadap masyarakat.

“Kami hadir di sini karena sayang kepada masyarakat. Jangan sampai persoalan ini berkembang dan menimbulkan keresahan yang lebih luas,” tegas Pangdam.

Pangdam juga mendorong agar penyelesaian persoalan dilakukan secara bersama-sama melalui semangat gotong royong, termasuk membantu masyarakat yang rumahnya terdampak.

Ia meminta para kepala desa dan tokoh masyarakat memberi pemahaman kepada warganya agar tidak mengambil tindakan sendiri yang justru dapat memperpanjang persoalan.

Kapolda dan Pangdam menegaskan, penanganan situasi di Taniwel dilakukan secara bersama-sama antara TNI, Polri dan pemerintah daerah.

Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama juga meminta seluruh masyarakat kedua desa menghentikan tindakan maupun narasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Pemerintah daerah, kata dia, akan memberikan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak sekaligus mendorong penyelesaian persoalan secara damai.

Sementara itu, proses penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana yang terjadi tetap berjalan. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Setelah melakukan pertemuan dan memastikan situasi terkendali, Kapolda, Pangdam dan rombongan meninggalkan lokasi sekitar pukul 04.30 WIT.

Hingga kini, situasi di wilayah Taniwel terpantau aman dan kondusif. TNI-Polri bersama pemerintah daerah terus memantau serta lakukan pengamanan untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan tidak terjadi kembali aksi yang dapat memperbesar persoalan. (NS)

Views: 7
Facebook
WhatsApp
Email