
AMBON,Nunusaku.id,- Bentrokan antar kelompok pemuda kembali pecah di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Minggu (16/3) dini hari.
Peristiwa ini sebabkan 14 warga dan anggota Polres Malra terluka, serta dua meninggal dunia. Umumnya, para korban alami luka-luka akibat terkena tembakan senapan angin, anak panah dan parang.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa turut memberi perhatian dan atensi serius atas kejadian tersebut. Dia pun meminta Kapolres Malra, AKBP Frans Duma dan jajaran agar memproses hukum secara tegas dan tuntas pelaku kejahatan.
“Saya minta, peristiwa-peristiwa kekerasan, peristiwa pelanggaran hukum seperti begini diproses hukum tuntas,” pinta Gubernur saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Senin (17/3).
Dirinya juga menyesali jatuhnya korban jiwa dan luka-luka begitu banyak akibat bentrok, termasuk dari pihak aparat keamanan.
Karena itu menurut Gubernur, proses hukum tuntas sangat penting, agar ada kepastian hukum dan efek jera. Jangan ada semacam impunitas. Bahwa ada terjadi peristiwa pidana, ada orang patut diduga sebagai pelaku, tapi proses hukum tidak berjalan.
“Jadi orang merasa seolah-olah itu bukan perbuatan pidana atau pelanggaran hukum. Padahal faktanya ada dan terjadi,” tegas Lewerissa.
Lantaran ada perbuatan pidana hingga menghilangkan nyawa orang dan korban luka puluhan, Gubernur minta aparat Polres Malra agar mengusut tuntas kasus itu.
“Situasi keamanan disana juga saya harap agar dipulihkan. Memastikan kondisi aman, masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa dan tidak ada gangguan terhadap ketertiban sipil disana,” pinta Gubernur.
Lewerissa mengaku, Kapolres Malra telah berkomunikasi dengannya perihal kasus dan kondisi pasca bentrok di Malra. Menurut Kapolres situasi sudah terkendali.
“Tapi saya tetap minta pelaku kekerasan diusut tuntas dan diproses hukum. Tidak boleh membiarkan peristiwa-peristiwa kekerasan seperti itu berlarut, tidak tersentuh hukum. Tidak boleh, harus ditegakkan,” akui Gubernur.
Selain itu, Kapolres juga meminta dukungan pemerintah daerah dan langsung direspon Gubernur yang akan menindaklanjuti ke Bupati Malra agar intens berkoordinasi dengan aparat keamanan baik TNI dan Polri.
“Dan jika memungkinkan, sesuai kondisi keuangan yang ada, yah bantuan-bantuan itu, untuk operasional mereka di lapangan kan bisa mendapat perhatian pemerintah daerah,” ungkap orang nomor satu di Maluku itu.
“Sebab kita bisa memiliki harapan di satu sisi terhadap aparatur keamanan untuk melaksanakan tugasnya secara maksimal, tapi disisi lain kita tahu bahwa mereka juga butuh dukungan. Kita harus bantu demi harapan itu bisa terwujud,” tegas Gubernur.
Lebih lanjut, karena ini sementara ada di bulan suci Ramadhan, Gubernur berharap, masyarakat Malra dan Kota Tual tidak boleh terpengaruh dan terprovokasi dengan peristiwa bentrok tersebut dan percayakan sepenuhnya pada aparat keamanan.
“Saya minta karena kita sementara jalani bulan suci Ramadhan, jangan terprovokasi dan terpengaruh. Kita harus menjunjung hukum, serta adat budaya, persatuan, kekerabatan yang dikenal tinggi di Kei yaitu Ai Ni Ain,” pungkasnya. (NS)





