
AMBON,Nunusaku.id,- Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun (BGW) menginstruksikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Ambon Lucky Upulatu Nikijuluw dan jajaran partai untuk merebut kekuasaan eksekutif maupun legislatif Kota Ambon pada pesta demokrasi Pemilu mendatang.
Instruksi tersebut turun langsung saat Benhur sampaikan pidato politik ketika membuka gelaran Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kota Ambon di salah satu hotel kawasan Kota Ambon, Sabtu (9/5).
Menurut Benhur, sudah dua periode atau 10 tahun, partai berlambang banteng moncong putih itu tidak berkuasa langsung baik di legislatif maupun eksekutif. Karena itu Pemilihan Umum (Pemilu) Kepala Daerah dan DPRD 2031 harus jadi momentum mengembalikan kekuasaan itu.
“Saya ingatkan Kota Ambon ini sudah dua kali berturut-turut tidak lagi mendapat tampuk kekuasaan baik di pemerintahan maupun DPRD. Ini saatnya,” tegas Benhur.
Padahal menurut Ketua DPRD Maluku itu, PDI Perjuangan punya romantika kekuasan zaman dulu yang terlalu panjang dan manis. Dimana zaman reformasi, mantan Ketua DPC PDIP Kota Ambon saat itu, Jopi Papilaya sukses menjadi Walikota Ambon dua periode.
“Sesudah itu kita mulai garuk-garuk kepala.
Sampai saat ini kita belum ada kader yang tepat dari rahim PDI Perjuangan untuk maju. Jadi yah ketua DPC siap-siap, kader lain juga siap-siap. Kalau tidak, terpaksa kita calonkan kader bangsa lagi,” tegas Watubun.
Penegasan akan hal itu sangat penting dalam berpartai. Sebab hakekat politik itu adalah kekuasaan. Kekuasaan untuk menghadirkan kesejahteraan dan melayani rakyat.
“Jadi kalau berpolitik tidak melengkapinya dengan meraih kekuasaan, tidak usah kita berpolitik,” tegas Watubun.
Oleh sebab itu, Benhur mengajak semua struktur partai dan kader PDI Perjuangan di Kota Ambon untuk bersatu, jangan lagi berkonflik yang pada akhirnya apa yang menjadi tujuan dan cita-cita politik tidak terwujud.
“Kalau ini hari kita semua merah luar biasa, tapi kalau kita tidak bersatu dan berkonflik terus maka jangan harap cita-cita kita kedepan untuk merebut kekuasaan itu kita akan peroleh,” demikian Benhur.
Menyoal instruksi tegas BGW, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Ambon Lucky Upulatu Nikijuluw merespons diplomatis.
Baginya, merebut kekuasaan itu butuh proses, tidak semudah membalik telapak tangan. Dimulai dengan menyiapkan struktural partai, implementasi program serta identifikasi kader-kader potensial menduduki jabatan strategis.
“Semua kader PDI Perjuangan harus siap ketika suatu saat mereka ditugaskan dalam posisi apapun baik itu Walikota maupun Ketua DPRD hingga calon anggota DPRD,” terangnya.
Namun ketika disinggung instruksi “rebut Walikota Ambon” itu secara khusus bagi Ketua DPC, Upulatu menegaskan, sebagai kader partai ketika ditugaskan atau diperintahkan, wajib hukumnya siap.
“Bukan hanya Ketua DPC, siapapun siap. Dan ketika ditugaskan partai pun harus siap. Sebab di PDIP, yang namanya instruksi tidak bisa diterjemahkan atau diinterpretasikan, hanya siap dilaksanakan,” demikian Ketua fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Ambon itu. (NS)





