
AMBON,Nunusaku.id,- Ternyata DPP PDI Perjuangan belum menerima tindak lanjut aspirasi para kader dan struktur partai di Kota Ambon yang meminta Ketua DPC Gerald Mailoa dicopot lewat DPD.
Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Ambon, Gerald Mailoa di demo habis-habisan para kader “moncong putih” pada 20 Desember 2024 lalu, lantaran dituding sebagai “penghianat”.
Aksi dilakukan di Kantor DPC dan DPD PDIP Maluku itu. Mereka menuding Wakil Ketua DPRD Kota Ambon itu telah berkhianat dengan melawan perintah partai dalam Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Ambon 2024.
Dari 107 titik kampanye, Gerald disebut hanya hadir saat deklarasi. Selebihnya tidak pernah lagi terlihat. Hal ini pun memantik kemarahan para kader, sehingga meminta Mailoa dicopot dan disanksi karena tidak sepenuhnya bekerja memenangkan pasangan yang diusung PDIP.
Sebelumnya, Wakil Ketua bidang Kehormatan DPD PDIP Maluku, Tobyhend Sahureka menegaskan, pemeriksaan terhadap Gerald telah selesai dilakukan bahkan tak lama setelah demo 20 Desember 2024.
“Jadi kewenangan kita itu, hanya bertanya kepada yang bersangkutan tentang apa yang dituduhkan, dia menjawab lalu dikonfrontir dengan orang yang melapor. Setelah itu, hasilnya akan dikirim ke DPP untuk diputuskan,” ujarnya saat diwawancara di Hotel Pasific, Sabtu 17 Mei 2025 lalu.
DPD PDIP Maluku, akuinya, telah memproses semua aspirasi para kader terhadap Gerald Mailoa. “Jadi DPD tinggal menunggu keputusan saja dari DPP. Kalau suratnya sudah ada tinggal diteruskan ke yang bersangkutan,” tandas Sahureka.
Namun pernyataan mantan anggota DPRD Maluku itu bertolak belakang dengan apa yang diungkapkan Ketua bidang Kehormatan DPP PDI-Perjuangan Komarudin Watubun.
Komarudin mengaku tak tahu-menahu mengenai adanya demo dari struktur partai kepada Gerald.
Padahal, sebelumnya diakui Sahureka, aspirasi kader “moncong putih” telah ditampung dan pihaknya sudah memeriksa Gerald untuk dimintai klarifikasi, serta mengirim semua hasilnya ke DPP untuk diputuskan.
Namun ketika dikroscek apakah DPD Maluku telah sampaikan hasil pemeriksaan Gerald ke DPP, Watubun mengaku dirinya tidak tahu sebab belum ada surat yang masuk .
“Saya belum lihat. Itu kan ada libur beberapa waktu lalu. Saya belum paham dan belum ada laporan tentang perkembangan itu. Nanti saya jawab salah lagi, jadi silahkan tanya ke Benhur saja,” tandasnya saat dikonfirmasi Minggu 1 Juni 2025 di Pasific Hotel.
Terpisah, sumber internal di PDIP Maluku, Senin (2/6) kemarin mengatakan, pernyataan Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Maluku dan Ketua DPP PDI-Perjuangan Komarudin Watubun sangat bertolak belakang.
Artinya, lanjut sumber tersebut, pernyataan DPD bahwa hasil pemeriksaan terhadap Gerald Mailoa tinggal menunggu keputusan DPP patut diragukan kebenarannya.
“Kalau hasil klarifikasi dan laporan kader soal Pak Gerald Mailoa yang dianggap tidak taat perintah partai saat Pilwalkot 2024 telah diteruskan DPD ke DPP, masa sekelas Pak Komarudin masa tidak tahu, kan aneh,” jelasnya.
“Itu berarti jangan sampai memang benar Pak Gerald telah diminta klarifikasinya oleh BK DPD PDIP Maluku, tapi belum diteruskan ke DPP untuk diputuskan hasilnya,” sambung sumber.
Jika hal ini benar, tentu itu dapat mencederai komitmen PDIP selama ini yang dikenal tegas dan tidak berkompromi bagi kader yang tidak menjaga Marwah partai serta mengamankan perintah DPP terhadap rekomendasi politik di Pilkada.
“Padahal di PDIP sangat tegas. Siapapun yang membangkang sama saja tidak menjaga Marwah partai dan itu sesuai Pasal 21 dan 23 AD/ART mesti mendapat sanksi mulai dari peringatan, dibebastugaskan hingga paling parah dipecat,” pungkasnya. (NS)





