
AMBON,Nunusaku.id,- Ibadah Minggu, 17 Mei 2026 pukul 18.00 WIT di gedung Gereja Maranatha, dibaluti sukacita dengan mayoritas umat berbusana serba hitam.
Pasalnya tepat dalam ibadah ini berlangsung pelantikan terhadap 441 orang, yang masuk dalam struktur Badan Penyelenggara Pelayanan Gereja Protestan Maluku (GPM) periode 2026-2030. Mereka terbagi dalam beberapa Komisi dan Tim kerja Sinode GPM, serta Pengurus, Pengawas dan Pembina Berbagai Yayasan GPM.
Komisi dan tim kerja itu antara lain, Komisi Anak Remaja dan Katekisasi, Komisi Kemitraan Laki-laki dan Perempuan, Tim P3FG, Komisi Pendidikan, Komisi Warga Gereja Profesi, Komisi Ekonomi & GKMBM, Komisi Kesehatan, Komisi Hukum HAM dan Advokasi, Komisi Politik Sosial dan Budaya, Komisi Pekabaran Injil, Komisi Pembinaan Hubungan Kerjasama antar Agama/Gereja/Aliran Kepercayaan, Komisi Lingkungan Hidup.
Kemudian Tim Kajian Balitbang, Tim Pengembangan Infrastruktur, Tim Penataan Barang Milik GPM, Tim Pastoral, Tim Verifikasi, Panitia Hari Besar Gerejawi (PHBG) Tingkat Sinode, Tim Kajian Investigasi & Penegakan Hukum Kerjasama GPM & PT. Nusa Ina Agro Tanah Merah.
Kemudian Pengurus, Pengawas dan Pembina Yayasan dan Organisasi Bantuan Hukum GPM antara lain, Yayasan Pengembangan Pendidikan YPPK Dr. Jacob Bernadus (JB) Sitanala, Yayasan Perguruan Tinggi (Yaperti) GPM, Yayasan Kesehatan GPM, Yayasan Lembaga Kesejahteraan Anak & Keluarga INA HAHA, Yayasan INA AMA, Yayasan Partisipasi Pembangunan (PARPEM), Yayasan Sagu Salempeng serta Organisasi Bantuan Hukum.
Pelantikan dan pengukuhan dilakukan Ketua Sinode GPM, Pdt. S.I. Sapulette, didahului pembacaan surat keputusan (SK) MPH Sinode GPM oleh Sekretaris Umum Pdt Rein Tupan, kemudian diakhiri dengan penumpangan tangan atau pemberkatan oleh para pendeta.

Pelantikan Badan Penyelenggara Pelayanan GPM tahun pelayanan 2026-2030 yang disesuaikan dengan masa jabatan MPH Sinode GPM itu menjadi momentum bagi warga GPM yang telah bersedia untuk dapat melakukan tugas dan tanggungjawab dengan baik dalam pertolongan dan penyertaan Tuhan.
Adapun pelayan Firman yang melayani dalam ibadah itu Pdt. W. Terloit (Anggota MPH Sinode GPM). Dalam khotbahnya, Terloit menyampaikan, Tuhan hadir tidak selalu dalam peristiwa-peristiwa besar, tetapi dari luka yang dialami oleh masing-masing pribadi.
“Kesediaan dan keterlibatan dalam pelayanan adalah bagian dari upaya menolong Gereja ini untuk mewujudkan Gereja rumah tangga,” ingatnya.
Ditegaskannya, peran aktif, inovatif dan dinamis dalam pelayanan harus dimulai dari keluarga dengan tetap mengandalkan kuasa doa demi dan untuk masa depan Gereja untuk terus memberi harapan bagi umat. (NS)





