
AMBON,Nunusaku.id,- Menyambut arus mudik Lebaran 1447 Hijriyah/2026 Masehi, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon menyatakan kesiapan penuh dalam mengamankan mobilitas penumpang dan kendaraan di sejumlah lintasan strategis Maluku.
Sebanyak 11 armada kapal disiagakan guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang diprediksi meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
General Manager ASDP Cabang Ambon, Syamsuddin Tanassy, yang ditemui beberapa awak media di Kantor ASDP tegaskan, kesiapan tersebut mencakup armada, pola operasi, hingga penguatan aspek keselamatan dan pengamanan.
“Secara prinsip kami siap. Armada telah disiapkan sesuai kebutuhan lintasan, dan seluruh sistem operasional telah dimatangkan untuk menghadapi puncak arus mudik,” ujarnya, Rabu (25/2).
Untuk wilayah Maluku Tenggara, tiga kapal dikerahkan yakni KMP Temi, KMP Lobster, dan KMP Tanjung Madlahar.
KMP Lobster melayani sejumlah lintasan vital seperti Tual-Dobo, Dobo-Benjina, Dobo-Serwatu hingga rute perintis Dobo-Marlasi (PP) yang resmi dibuka sejak September 2025.
Adapun KMP Tanjung Madlahar mengoperasikan lintasan Tual-Elat, Tual-Bandaeli, serta rute Tayando dan Tam.
Sementara KMP Temi kembali beroperasi usai menjalani docking tahunan pada awal 2026 dan melayani rute Tual-Kaimana-Lobo (PP).
Lintasan Hunimua-Waipirit yang menghubungkan Pulau Ambon dan Pulau Seram menjadi perhatian khusus karena berstatus lintasan pantauan nasional.
Di lintasan ini, ASDP menerapkan pola operasi 5-1, yakni lima kapal beroperasi aktif dan satu kapal menjalani perawatan bergiliran.
Empat kapal milik ASDP yang disiapkan adalah KMP Rokatenda, KMP Inelika, KMP Terubuk, dan KMP Erana, ditambah dua kapal milik perusahaan umum daerah (Perumda) Panca Karya.
Dalam kondisi normal, lima kapal diberangkatkan secara bergiliran setiap satu jam. Waktu sandar ditetapkan 1 jam 45 menit, namun dapat dipercepat menjadi 45 menit saat terjadi kepadatan.
“Dengan pola ini, dua dermaga dapat terisi bergantian sehingga tidak terjadi antrean panjang,” jelas Tanassy.
ASDP memproyeksikan kenaikan kendaraan roda dua sebesar 7 persen, roda empat 4 persen, serta kendaraan logistik atau truk golongan sekitar 10 persen.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, diberlakukan tiga skema operasional: normal, padat, dan sangat padat, yang dapat disesuaikan secara fleksibel sesuai kondisi lapangan.
Dalam hal penjualan tiket, ASDP menegaskan tidak ada lagi pembelian langsung di pelabuhan. Seluruh transaksi dilakukan melalui aplikasi resmi Tripferrizi.com dengan metode pembayaran digital maupun gerai ritel modern.
“Pembelian di luar sistem resmi bukan menjadi tanggung jawab kami,” tegasnya.
Dari sisi keselamatan, seluruh kapal telah menjalani ramp check bersama KSOP dan akan dilanjutkan dengan UPP Tulehu. Pemeriksaan internal juga dilakukan secara berkala.
Koordinasi lintas sektor turut diperkuat bersama KSOP, TNI, Polri, POM Angkatan Laut, dan Basarnas. Pos terpadu disiagakan di Hunimua, Waipirit, Galala, dan Namlea untuk mengawal puncak arus mudik.
ASDP juga secara rutin memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum setiap keberangkatan. Jika kondisi tidak memungkinkan, keberangkatan kapal akan ditunda.
“Yang ditunda adalah keberangkatannya, bukan operasionalnya. Keselamatan tetap prioritas,” tandas Tanassy.
Terkait rencana program tiket gratis, pihak ASDP menyebut masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan secara resmi setelah seluruh mekanisme ditetapkan.
Dengan dukungan armada, pola operasi terukur, serta penguatan koordinasi lintas instansi, ASDP Cabang Ambon optimistis Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan terkendali. (NS-02)




