Antisipasi Mafia Pangan Jelang Nataru, Gubernur HL Ingatkan Pengawasan Ketat
IMG-20250917-WA0222

AMBON,Nunusaku.id,- Pengawasan ketat oleh seluruh stakeholder sangat penting terhadap mafia pangan yang dapat merugikan masyarakat, terutama menghadapi lonjakan permintaan bahan pokok menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

“Meski ketersediaan bahan pokok di Maluku cukup terjamin hingga tiga bulan ke depan, praktik penimbunan dan spekulasi harga bisa merusak kestabilan pasokan dan ekonomi,” tegas Gubernur Hendrik Lewerissa melalui Plh Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, Selasa (09/12).

Ditegaskan, stok pangan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk minyak goreng, beras, daging ayam, telur, bawang merah, bawang putih, gula, dan cabai.

“Ketersediaan bahan pokok ini kita jaga ketat,” ujarnya seraya menambahkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga akan menggelar pertemuan terkait distribusi BBM untuk memastikan kelancaran selama musim mudik dan liburan Nataru.

Meski demikian, pemerintah sebut Gubernur, tetap mengimbau masyarakat untuk tidak membeli bahan pokok secara berlebihan alias panic buying.

“Ketersediaan stok sudah cukup, tidak perlu panik atau memborong barang. Hal ini justru bisa menyebabkan ketidakseimbangan pasokan dan harga,” ujar Lewerissa.

Gubernur tetap mengingatkan, disaat permintaan meningkat, ada pihak-pihak yang mungkin akan mengambil keuntungan dengan cara tidak sah, seperti penimbunan barang.

Sebagai langkah antisipasi, Gubernur telah memerintahkan kepolisian untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran bahan pokok.

“Kepolisian harus lebih jeli, terutama saat hari-hari besar seperti ini, dimana permintaan tinggi, dan ada oknum yang bermain dengan menimbun barang untuk menaikkan harga,” lanjutnya.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta instansi terkait lain juga sudah siap untuk mengawasi distribusi bahan pokok dan memastikan kualitas barang yang beredar di pasar.

Gubernur berharap, meski neraca pangan berdasarkan laporan dari Kabupaten dan distributor terlihat aman, namun pengecekan di lapangan harus tetap dilakukan untuk pastikan pasokan berjalan dengan lancar.

“Ekonomi kita sangat bergantung pada pasokan yang stabil. Kalau pasokan terganggu karena penimbunan, maka harga akan melonjak dan ini yang harus kita cegah,” tegasnya.

Melalui pengawasan ketat dan koordinasi yang baik antar lembaga, Gubernur yakin, masyarakat dapat merayakan hari besar dengan tenang dan nyaman, tanpa khawatir tentang kelangkaan bahan pokok atau lonjakan harga tidak wajar. (NS)

Views: 4
Facebook
WhatsApp
Email