
AMBON,Nunusaku.id,- Kapal Kayu KM. Sarana Perkasa yang mengangkut 35 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah dilalap api di Perairan Pulau Gunung Api Banda Neira Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Kamis (16/10).
Terbakarnya kapal rute Kota Masohi ke Banda Neira dengan jumlah ABK 8 orang itu setelah alami kandas dan kebocoran di perairan tersebut.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhammad Arafah menyebut, saat kapal mulai karam, para ABK mencoba pindahkan BBM ke kapal-kapal nelayan dengan mesin alkom. Namun naas, selang mesin terputus dan muncul percikan hingga memicu kebakaran kapal.
“Saat proses pemindahan BBM ke kapal nelayan, selang dari mesin Alkom terputus dan menyebabkan percikan hingga memicu kebakaran kapal,” tandas Arafah, Jum’at (17/10).
Satu jam kemudian, tim SAR Gabungan dikerahkan menggunakan RIB Pos SAR Banda bergerak menuju lokasi kejadian pada koordinat 4°30’6.38″S – 129°53’22.00″E, jarak -+ 1,57 Nm, dan Heading 334° arah Utara Barat Laut dari Pos SAR Banda.
“Setiba, tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban dalam keadaan selamat ke Pulau Banda Neira dan Pulau Hatta,” urainya.
Adapun kedelapan korban penumpang Kapal kayu pengangkut BBM itu antara lain La Samu (60), La Minggu (70), Saidin (25), Hariandi (46), Haji Usman (61), Hendrik (45), Aher (60) dan satu korban belum diketahui identitasnya. (NS)





