Anak Buah Prabowo "Gercep" Mediasi Warga Pasca Insiden Tambang di SBB
g958hz2yvi0m60e

AMBON,Nunusaku.id,- Anggota DPRD Maluku dari Fraksi Gerindra, Zain Syaiful Latukaisupy, bergerak cepat meredam ketegangan pasca insiden pembakaran sejumlah sepeda motor di lokasi tambang cinnabar, Gunung Tembaga, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang nyaris memicu konflik antarwarga.

Pembakaran kendaraan milik penambang asal Desa Luhu, sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan kasus penganiayaan terhadap La Ode Jamilu (43), penambang asal Kota Ambon.

Korban diduga dianiaya oleh sejumlah pemuda yang ditengarai mencuri hasil tambang milik warga Negeri Iha.

Latukaisupy menjelaskan, korban mengalami penganiayaan menggunakan benda keras hingga harus dilarikan ke Puskesmas Negeri Iha untuk mendapat perawatan medis. Situasi sempat memanas karena warga menuntut agar pelaku segera ditangkap.

“Warga Negeri Iha telah memberi waktu 2×24 jam kepada Polsek Huamual untuk menangkap pelaku. Namun hingga tiga hari berlalu belum ada perkembangan, sehingga warga meluapkan kekecewaan dengan membakar kendaraan di lokasi tambang,” ungkap Latukaisupy saat dikonfirmasi, Senin (09/02/26).

Ia mengaku kecewa terhadap kinerja aparat kepolisian tingkat Polsek yang dinilai lamban merespons laporan masyarakat. Menurutnya, penanganan yang tidak cepat dan tegas justru berpotensi memicu konflik horizontal.

Untuk meredam situasi, Latukaisupy langsung berkoordinasi dengan penanggungjawab tambang dan seluruh pihak terkait.

Legislator dapil Kabupaten SBB itu menegaskan, baik pelaku penganiayaan maupun pihak yang terlibat dalam aksi pembakaran harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum.

“Keamanan dan kenyamanan masyarakat harus dijamin. Tidak boleh ada pembiaran terhadap tindak kekerasan maupun perusakan. Semua harus diproses sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Sebagai langkah mediasi, Latukaisupy mendorong warga Negeri Iha dan Desa Luhu untuk bersama-sama mengganti kendaraan yang terbakar guna mencegah munculnya dendam dan konflik berkepanjangan.

Selain itu, ia mengimbau agar sementara waktu warga Negeri Iha menggunakan jalur laut dalam beraktivitas guna menghindari potensi gesekan pasca insiden.

Sementara kepada Pemerintah Desa Luhu, ia memastikan warganya tetap dapat melintas jalur darat dengan aman.

Latukaisupy juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapapun dari warga Negeri Iha, baik di Dusun Uhe maupun Dusun Hulung, yang melakukan kekerasan terhadap warga Desa Luhu.

“Jika ada warga Negeri Iha yang melakukan kekerasan dalam bentuk apapun terhadap warga Desa Luhu, saya akan ambil langkah tegas dengan mengeluarkan pelaku dari lokasi tambang dan wilayah Negeri Iha,” tandasnya.

Langkah cepat ini diambil demi menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan keharmonisan antarwarga di kawasan pertambangan. (NS-01)

Views: 5
Facebook
WhatsApp
Email