
AMBON,Nunusaku.id,- Guna mengamankan arus mudik dan Idul Fitri 1447/H tahun 2026 di Provinsi Maluku, sebanyak 2.135 personel gabungan, yang terdiri dari 1.478 personel Polri dan 697 personel dari unsur TNI serta instansi terkait disiagakan.
Polda Maluku pun memperkuat kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 melalui Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Maluku, Kamis (5/3/26).
Rakor dibuka Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan dihadiri Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, unsur TNI, Forkopimda, serta pimpinan instansi terkait di wilayah Maluku.
Kegiatan ini menjadi langkah awal konsolidasi lintas sektor untuk memastikan keamanan, kelancaran transportasi, serta pelayanan publik selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan, pengamanan Lebaran merupakan operasi kemanusiaan Polri yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
“Pengamanan Idul Fitri tanggungjawab bersama. Kami telah melakukan berbagai operasi cipta kondisi untuk menekan potensi gangguan Kamtibmas sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolda.
Selain personil, Polda Maluku juga akuinya, akan dirikan 78 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di berbagai titik strategis, termasuk pelabuhan, bandara, terminal, pusat keramaian, dan rumah ibadah.
“Sebanyak 1.068 objek pengamanan telah dipetakan sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan selama masa libur Lebaran,” terangnya.
Kapolda juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat Polri 110 yang dapat diakses secara gratis untuk melaporkan gangguan keamanan maupun meminta bantuan kepolisian.
“Layanan 110 ini bebas pulsa dan siap melayani masyarakat selama 24 jam. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkannya jika membutuhkan bantuan kepolisian,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Gubernur Hendrik Lewerissa mengapresiasi langkah yang ditempuh Polda Maluku dengan mengumpulkan berbagai stakeholder lintas sektor guna mensinergikan langkah-langkah memastikan operasi Ketupat Salawaku 2026 berjalan aman dan lancar.
“Pa Kapolda sudah paparkan secara jelas apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan. Pemerintah daerah tentu mengapresiasi dan dengan segala kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki mensupport penuh,” demikian Gubernur. (NS)





