
AMBON,Nunusaku.id,- Pj. Raja Negeri Aboru, Yohanis Sinai menyatakan komitmennya untuk mengantisipasi segala bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, khususnya menjelang 25 April yang kerap dikaitkan dengan upaya pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di Negerinya.
Ditegaskan, pemerintah negeri Aboru akan bekerjasama dengan aparat TNI dan Polri di wilayah tersebut untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami dari pemerintah negeri Aboru akan berkoordinasi dengan semua elemen keamanan untuk antisipasi aksi pengibaran bendera RMS. Ini tugas dan tanggungjawab kami sebagai pemerintah, bersama tokoh masyarakat dan warga Aboru,” ujarnya di Ambon, Senin (21/4).
Ia menekankan, pengibaran bendera RMS tidak memberi keuntungan bagi pemerintah negeri maupun masyarakat Aboru secara umum. Sebab, warga Aboru tetap setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berkomitmen menjaga keutuhan bangsa.
Pihaknya tambah Sinay, telah melakukan pendekatan persuasif kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk mantan pelaku, mantan tahanan, serta warga yang sempat terpengaruh provokasi pihak tak bertanggungjawab.
“Kami telah melakukan sosialisasi dan pendekatan secara langsung. Mereka kini sudah menerima dan memahami bahwa aksi separatis tidak membawa manfaat apa pun bagi masa depan mereka,” jelasnya.
Dia menghimbau masyarakat Maluku, khususnya warga Aboru, untuk terus mengubah cara pandang dan memfokuskan diri pada pembangunan ekonomi dan peningkatan taraf hidup.
“Paradigma berpikir warga Aboru sudah berubah. Mereka ingin maju, memperbaiki kehidupan, dan fokus pada peningkatan ekonomi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Saniri Negeri Aboru Joni Sinay, tegaskan, kini paradigma masyarakat Aboru telah berubah.
“Aboru yang dulu bukan Aboru yang sekarang. Kami siap membangun negeri dan meninggalkan masa lalu. Jangan nilai kami dari segelintir oknum yang ingin menghambat kemajuan,” ujarnya.
Terpisah, Dandim 1504/Ambon Kolonel Inf Leo Octavianus menegaskan, Negeri Aboru tetap setia kepada NKRI. Karena itu harapan TNI, Polri dan Pemda, bahwa konsep tindak nyata warga negeri Aboru menolak RMS pada 25 April dengan pengibaran bendera , dijadikan komitmen bersama.
“Kami telah berdiskusi dan putuskan bahwa Pemerintah Negeri Aboru melalui Pj. Raja, Ketua Saniri, dan Kepala Soa nyatakan sikap tegas Aboru tidak seperti yang tergambar di masyarakat selama ini. Mereka tetap Merah Putih,” ujar Dandim usai pertemuan bersama Kapolresta Ambon, Pj. Raja, Ketua Saniri, dan Kepala Soa Negeri Aboru di Ambon, Senin (21/4/25).
Meski demikian, masih ada segelintir oknum yang bertindak diluar aturan hukum demi kepentingan pribadi. Karena itu, ia mengimbau masyarakat Maluku, khususnya di Pulau Ambon dan Pp Lease, agar tidak terprovokasi dan bersama menjaga situasi tetap kondusif. (NS)





