
AMBON,Nunusaku.id,- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, diagendakan berkunjung di Kota Ambon-Maluku, Selasa (22/4/25).
Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku akan menjemput langsung mantan Menteri Sosial (Mensos) itu. Khofifah datang membawa sejumlah pengusaha dalam misi membangun kerjasama di bidang perdagangan antara Jatim dan Maluku.
“Kunjungan Gubernur Jatim untuk Misi Dagang. Beliau datang bersama para pengusaha yang bergerak di berbagai sektor, untuk melakukan perdagangan antar Maluku dan Jatim,” tandas Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Maluku, Kasrul Selang, Senin (21/4).
Sementara Provinsi Maluku akuinya, akan fokus pada potensi perdagangan dari Kabupaten Maluku Tengah, Kota Ambon dan sekitarnya.
Untuk memantapkan potensi dagang apa yang bisa untuk ditukar dengan pengusaha Jatim agar bermanfaat, dilakukan rapat persiapan dengan OPD terkait di sektor pertanian, ketahanan pangan, kehutanan, perikanan, perkebunan, peternakan, serta perindustrian dan perdagangan.
“Hari kedua baru Misi Dagang dilaksanakan antara Gubernur Maluku dan Gubernur Jatim terpusat di The Natsepa Hotel. Hari pertama setibanya, ibu Kofifah diagendakan bersilaturahmi dengan keluarga Paguyuban Jawa Timur yang ada di Ambon dan sekitarnya,” jelas Kasrul.
Saat puncak misi dagang, sebut Kasrul, akan dilakukan penandatanganan berbagai macam perjanjian kerjasama Perdagangan antara kedua belah pihak.
Dimana Pemprov Maluku akuinya, targetkan kurang lebih 46 jenis transaksi perdagangan, yang sebagian besar berupa pembelian bahan pokok. Maluku banyak membeli ayam, telur, bawang putih, bawang merah, gula. Sementara Jawa Timur akan membeli hasil bumi Maluku yakni perkebunan, pertanian, kehutanan, dan perikanan.
“Kami berharap transaksi kedua daerah ini bisa tembus diatas Rp.500 miliar. Semoga terjadi keseimbangan antara jual dan beli. Perhitungan transaksinya masih sementara dilakukan. Angka pasti transaksinya akan disampaikan kedua Gubernur,” tukas mantan Sekda Maluku itu.
Selain kerjasama perdagangan yang disaksikan Gubernur kedua daerah, nantinya tambah Kasrul, akan dilakukan juga perjanjian kerjasama masing-masing Organisasi Perangkat Daerah.
Tak hanya itu, Pemprov Maluku juga memberi ruang kepada kurang lebih 120 pengusaha lokal untuk terlibat dalam event tersebut. 46 pelaku usaha akan bertransaksi, sisanya sekitar 80an UMKM produknya akan dietalasekan.
“Siapa tau ada muncul transaksi pada hari pelaksanaan. Pemprov Maluku tentu harapkan teman-teman dari asosiai pengusaha seperti KADIN, HIPMI, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia serta lainnya bisa mengambil peran itu,” pintanya.
Jika ada masyarakat yang ingin mendapat informasi atau calon off taker, bisa menghubungi Disperindag Maluku, misalnya pengusaha kelapa yang bisa membangun jaringan usaha dengan pengusaha dari Jawa Timur.
“Ini saatnya pengusaha-pengusaha yang selama ini dibina dan difasilitasi pimpinan OPD terkait untuk tampilkan mereka ke tingkat nasional,” tegasnya.
Ia juga berterimakasih kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, yang selama ini memberi “karpet merah” untuk pengusaha di Maluku. Dimana nantinya saat transaksi, akan turut berikan kecepatan pelayanan dalam berusaha.
“Misalnya UMKM yang belum ada Nomor Induk Berusaha (NIB), nanti akan digelar mobil pelayanan NIB di lokasi kegiatan ,” pungkas Kasrul. (NS)





