
AMBON,Nunusaku.id,- Sempat terhenti lantaran pandemi Covid-19, dramatisasi Jalan Salib Hidup Oikumene (JSHO) yang diprakarsai Gereja Santa Maria Bintang Laut-Benteng kembali dihelat memperingati Paskah Kristus tahun 2025, Sabtu (19/4).
Menarik untuk tahun ini, para pemeran JSHO tak saja dari orang muda Katolik (OMK), tetapi juga melibatkan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), serta basudara Muslim yang membantu pengamanan kelancaran prosesi yang menggambarkan kisah penderitaan dan pengorbanan Tuhan untuk menebus dosa manusia.
Prosesi dimulai dari Gereja Katedral Ambon, jalan Yan Paays, jalan Diponegoro, jalan dr Latumeten, jalan dr Siwabessy hingga berakhir di kompleks Gereja Santa Maria Bintang Laut-Benteng.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang hadir membuka kegiatan dan saksikan langsung sedari awal dramatisasi JSHO di pelataran Gereja Katedral Ambon turut dibuat haru.
Terlihat, beberapa kali Gubernur menyeka airmata yang berlinang, apalagi ketika momen Tuhan Yesus dicambuk ulang kali tentara Romawi hingga terjatuh, sampai memikul Salibnya.
Sebagai warga Gereja, Gubernur mengaku, drama Jalan Salib ini aktualisasi kisah nyata yang Tuhan Yesus jalani. Yang tentu terasa berbeda ketika saksikan langsung, apalagi yang memainkan peran.
“Drama ini membuat hidup teks-teks di dalam Alkitab. Bagaimana Tuhan berdoa di taman Getsemani, disangkal dibawa di hadapan Pilatus dan Herodes, dicambuk hingga memikul Salib di jalan Via Dolorosa. Tadi kalau anda saksikan, saya terharu sekali. Dari awal,” jelasnya penuh haru.
Paling penting akuinya, panitia dan pemeran yang terlibat dalam JSHO ini, tidak semua adalah pemuda Katolik, tapi juga AMGPM dan basudara Muslim. “Ini salah satu wujud kebersamaan yang luar biasa,” ungkap Gubernur.

Dirinya berharap, prosesi jalan salib ini mengirimkan pesan damai kepada seluruh masyarakat di Maluku, agar meski ada dalam keberagaman, tapi tetap hidup dalam cinta kasih, saling menghormati satu dengan lainnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku tambah Gubernur, akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan rohani dan jalan Salib ini pun pemerintah mensuport penuh panitia.
“Bersyukur sekali saya punya kesempatan hadir. Tahun depan jika ada kegiatan yang sama, saya pastikan akan hadir juga jika tidak berhalangan karena acaranya bagus sekali,” tandasnya.
Intinya tambah Lewerissa, pesan rohani dari JSHO ini bahwa kesengsaraan dan penderitaan Yesus itu tujuannya mulia untuk membebaskan manusia dari dosa.
“Pesannya kan pesan damai. Karena itu sebagai Gubernur, saya berharap pesan damai ini terpancar ke seluruh Negeri-negeri di Bumi Raja-raja,” kunci orang nomor satu di Maluku itu.
Sementara, Uskup Diosis Amboina Mgr. Seno Ngutra turut bangga dengan kolaborasi AMGPM dan OMK di JSHO 2025. Ini menunjukkan bagaimana saudara menjadi orang Kristen yang sesungguhnya.
“Ini memberi pelajaran bagi saya dan Ketua Sinode GPM, bahwa ini harus jaga di Bumi Raja-raja. Termasuk pula keterlibatan basudara Muslim. Ada hal yang membuat kita berbeda, tapi sudah di jalan kemanusiaan harus menyatu,” jelas Uskup.
“Kehadiran para petinggi daerah ini, memberi dukungan bagi semua pendukung JSHO yang 3 bulan berlatih yang tidak hanya menghibur, tapi membawa damai Kristus bagi semua orang. Mari doakan pemimpin kita tetap amanah, setia dalam tugas dan pengabdian. Percayalah lewat momen ini jadi doa dari kita untuk kota dan provinsi tercinta,” tandas Ngutra.
Sebelumnya, Jemmy Rettob, Ketua Panitia JSHO 2025 menyebut, JSHO melibatkan banyak pihak baik dari OMK, AMGPM maupun umat Muslim dengan peran masing-masing. Dengan total pemeran ada 160 orang, 65 persen dari AMGPM, sisa 35 persen OMK.
“Mereka datang dengan kesadaran pewartaan firman Tuhan. Keterlibatan AMGPM dan basudara Muslim ini gambaran hidup orang basudara yang harus terus dijaga kini dan masa datang, dalam balutan pela gandong yang mewujudkan Maluku rumah yang aman dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.
Diketahui, selain Gubernur, momen JSHO itu turut dihadiri Kapolda Maluku Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan, Ketua MPH Sinode GPM Pdt Elifas Maspaitella dan pimpinan umat beragama lain, Anggota DPD-RI Novita Anakotta, Walikota Ambon Bodewin Wattimena serta anggota DPRD Maluku. (NS)





