
AMBON,Nunusaku.id,- Perlahan tapi pasti, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Yapono yang dikenal publik dengan PDAM Ambon terus berbenah seiring masuknya Pieter Saimima selaku Plt Direktur.
1,2 tahun waktu terbilang singkat. Namun berkat pengalaman dan rekam jejak positif di dunia birokrasi, Saimima mulai “memoles” wajah perusahaan yang dulunya jadi sasaran hujatan masyarakat karena pelayanan jelek, kini semakin hari semakin baik.
Sarana prasarana (Sarpras) yang setiap saat melayani masyarakat atau pelanggan dulunya bak “rumah kumuh” lantaran atap bocor, toilet-toilet rusak dan tidak ada ruang pelayanan publik yang memadai, telah “disulap” selayaknya kantor pelayanan publik pemerintah.
Area lantai I, yang digunakan untuk melayani pelanggan dan bagian luar seperti pagar, sudah direnovasi sangat representatif. Toilet-toilet juga telah diperbaiki, tak lagi bau dan rusak. Kantor dicat rapi dengan warna biru.
“Kantor ini dibangun tahun 1980 atau sudah 45 tahun silam. Alami kerusakan selama konflik kemanusiaan tahun 1999. Kemudian diperbaiki seadanya tahun 2012. Belum ada perhatian hingga 2025, sehingga atap bocor, toilet rusak dan belum ada ruang pelayanan publik yang memadai,” jelas Saimima kepada awak media di kantornya, Kamis (17/4).
Perbaikan-perbaikan terhadap berbagai fasilitas yang ada direncanakan selesai Mei 2025 mendatang, khusus bagian plafon, sejumlah ruangan dan area parkiran.
“Ruangan pelayanan sudah kita perbaiki sangat layak. Agar masyarakat yang datang berurusan di Perumda Tirta Yapono baik untuk membayar kewajiban atau sampaikan keluhan terkait pelayanan air bersih bisa terlayani dan terdistribusi dengan baik,” akui mantan Kadishub Kota Ambon itu.

Selain perbaikan fasilitas, sarana prasarana penunjang menurut Saimima, pihaknya juga fokus melakukan peningkatan pelayanan terhadap pelanggan yang jumlahnya 14.324, dengan kategori aktif 9.757 pelanggan dan non aktif 4.567 pelanggan guna memberikan kepuasan dalam distribusi air bersih.
Peningkatan itu melalui perbaikan pipanisasi setiap waktu. Sebab ada berbagai jaringan yang rusak puluhan tahun seperti di Batu Meja, Gudang Arang-Benteng dan Waihaong, padahal masyarakat butuhkan air. Dimana hingga hari ini, perbaikan pipanisasi sudah mencapai 3000-4000 meter atau 4 km.
“Itu dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Sebab dulu pelayanan Perumda ini sangat jelek dan sering dikritik masyarakat. Tentu ini jadi tantangan untuk diperbaiki dan kita berterimakasih bagi masyarakat,” tandas Saimima.
Sehingga tahun 2025, dibukalah pelayanan baru di daerah yang puluhan tahun tidak tersentuh air bersih dari Perumda Tirta Yapono seperti Pensip dan RCTI, Wara, Gunung nona, Kudamati atas, Taman Makmur (Museum Siwalima).
“Dulu itu mereka harus keluarkan 600-700 ribu per bulan untuk beli air. Sekarang hanya 100-200 ribu per bulan untuk bayar air di Perumda Tirta Yapono,” jelasnya.
Demikian pula di daerah Halong Baru dan Transit Passo atas akan ada pengembangan jaringan pipa baru yang selama ini belum menerima layanan air bersih. Ini sejalan dengan program prioritas pertama Walikota dan Wakil Walikota Ambon yaitu penyediaan air bersih yang layak, hingga tahun 2030 semua warga kota terlayani.
“Kita berharap nanti di bulan Mei, pa Walikota sudah bisa meresmikan pemanfaatan air bersih pada daerah Halong Baru dan Transit Passo. Pengembangan juga akan dilakukan di daerah pohon Mangga Air Salobar untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” akunya.
Dengan peningkatan pelayanan setiap waktu ini, Perumda Tirta Yapono tambah Saimima, memberi garansi dengan menjadi pelanggan, warga bisa membayar tarif per bulan lebih murah dan terjangkau, serta ada jaminan kualitas air bersih yang didistribusi.
Karena dengan empat (4) sumber mata air yang dikelola Perumda Tirta Yapono dengan kapasitas terpasang 102,5 L/det dan 14 buah sumur dalam kapasitas terpasang 120,3 L/det, setiap bulannya dilakukan uji kesehatan di Dinkes dan hasilnya air layak dikonsumsi.
“Kalau ada masalah, segera kita rehabilitasi, agar masyarakat bisa mendapat air yang berkualitas. Saya yakin, dengan semua yang dilakukan, akan berdampak positif bagi pengembangan Perumda Tirta Yapono dalam memberikan pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat,” pungkasnya. (NS)





