
AMBON,Nunusaku.id,- Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur (Wagub), Abdullah Vanath melakukan buka puasa bersama seluruh ASN dan non ASN lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.
Buka puasa dirangkai dengan pemberian bingkisan dari orang nomor satu dan dua di Maluku itu kepada Cleaning Service dan ASN di gedung Islamic Center, Ambon, Rabu (12/3/25).
Kepada ASN dan non ASN, Gubernur menekankan beberapa hal. Seperti pentingnya zakat, sebagai salah satu rukun Islam. Zakat terbagi menjadi dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.
Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa muslim, baik lelaki maupun perempuan, yang dilakukan pada bulan Ramadhan. Zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis harta. Zakat yang diberikan dapat disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Untuk itu di bulan yang suci ini, memakainya untuk mengetuk hati nurani dan kesadaran iman semua ASN maupun Non ASN yang beragama izilam untuk dapat membayar zakat, yang merupakan salah satu rukun Islam.
“Saya kira ini momentum terbaik bagi saya untuk mengetuk hati nurani dan kesadaran iman saudara yang beragama Muslim, bayarlah zakat itu,” ajaknya.
“Ustadz ajarkan zakat 5 persen. Kecil itu dibanding saya yang 10 persen, salurkan itu. Bayangkan sekian ribu ASN Provinsi Maluku, yang beragama Islam, kalau semua dengan kesadaran iman tanpa harus dipaksakan membayar zakat kita bisa berbuat banyak. Itu bisa digunakan untuk kebaikan yang lebih banyak kepada orang lain,” pinta Gubernur.
Hal lainnya berkaitan dalam upaya meningkatkan kualitas ASN dan non ASN, dengan memberi kontribusi terbaik bagi Pemerintah Provinsi Maluku yang nantinya dedikasi untuk pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Di bulan Ramadhan ini juga kesempatan untuk bapak ibu saudara menempatkan karakter saudara sekalian. Saya sudah sampaikan dalam apel perdana bahwa mungkin saja bapak/ibu memiliki kualitas intelektual yang bagus,” ujarnya.
Selain kompetensi teknis yang mempuni, kapasitas yang baik, menurut Lewerissa hal penting lainnya berkaitan dengan karakter, yang menjadi faktor jaminan dalam menata kelola pemerintahan.
Sebab ASN boleh cerdas, mampu secara intelektual, kelebihan lainnya, tapi kalau tidak bisa bekerja sama dalam tim percuma. Karena memiliki karakter berbeda dalam tim itu sebenarnya menjadi penghambat dalam kerjasama tim.
“Saya mau menyampaikan memiliki karakter mempuni sesuatu yang baik,” ucapnya.
Sebagai orang nomor satu dan dua di negeri para raja-raja ini, ia bersama Wakil Gubernur akan menjadi role model dalam berkontribusi bagi pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, dengan menunjukan etos kerja yang baik.
“Saya dan pak Wagub telah komitmen kami akan menjadi role model. Kami tidak sempurna, saya punya kesalahan, pak Wagub juga punya kesalahan, mungkin pak Sekda lebih sedikit kesalahan dari saya. Tapi kita semua punya kesalahan, kelemahan, tetapi yang ada juga komitmen moral untuk perbaiki diri kita.
Tekad kita untuk menjadi lebih baik. Dan sebagai pemimpin di Maluku, kita harus menjadi suri tauladan bagi ASN. Semoga kita bisa komitmen dengan apa yang telah disepakati,” ajak Lewerissa. (NS)





