
JAKARTA,Nunusaku.id,– Puncak peringatan HUT Badan POM RI tahun 2024 di Plaza Parkir Timur Senayan Jakarta, Minggu (4/2/24) terasa spesial. Sebab diberikannya penghargaan termasuk kepada Kota Ambon sebagai Kota terbaik ke- III yang aktif mendukung program pengendalian Program Resistensi Antimikroba (AMR).
Diketahui, dari 11 Kabupaten/kota di Maluku maupun di Indonesia Timur, hanya Kota Ambon yang mendapat penghargaan tersebut bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Serang-Banten dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat.
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, didampingi Plt. Kepala Badan POM Dr. Rizka Andalusia menyerahkan penghargaan peringakat terbaik III yang diterima Pj. Walikota Ambon Bodewin Wattimena.
Penghargaan tersebut hasil kolaborasi BPOM di Ambon dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, dalam upaya peningkatan kesadaran (awareness) yang lebih masif dan terimplifikasi lebih luas terkait urgensi pengendalian resistensi antimikroba.
Hal ini sesuai amanat Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Pengendalian Resistensi Antimikroba dan Peta Jalan Pengendalian Resistensi Antimikroba Badan POM tahun 2020-2024.
Bodewin katakan, penghargaan yang diberikan merupakan apresiasi yang tinggi kepada para pimpinan daerah yang telah menunjukkan komitmen dan konsistensi nyata dalam mewujudkan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat di bidang kesehatan.
“Penghargaan ini menambah semangat kolaborasi dalam pengawasan dan pengendalian AMR, serta menjadi pengingat akan komitmen yang harus dilaksanakan dan diimplementasikan dalam edukasi pengendalian Antimikroba kepada tenaga kesehatan dan masyarakat luas,” tandasnya via WhatsApp, Selasa (6/2/24).
Lebih lanjut menurutnya, penghargaan ini tentu menjadi pemicu bagi kabupaten/kota lain di Maluku khususnya untuk bersinergi dalam meningkatkan perannya dalam pengendalian Antimikroba. Sebab fakta dari 11 kabupaten/kota, hanya kota Ambon yang mendapat apresiasi dari BPOM.
“Kolaborasi antara Pemkot dengan BPOM bersama stakeholder terkait lainnya harus terus dilaksanakan. Tak saja dalam upaya pengendalian antimikroba tapi juga kebijakan di bidang kesehatan lainnya,” pungkas Wattimena. (NS)



