Kendalikan Inflasi, Jum'at Gubernur ke Lapangan Pantau Harga & Penimbunan Barang
IMG-20250305-WA0023

AMBON,Nunusaku.id,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku terus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, terutama umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa dan bersiap menyambut Idulfitri.

Selain itu, langkah-langkah pengendalian inflasi juga terus dipantau guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok (Bapok).

Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Abdullah Vanath dalam keterangannya kepada awak media di kantor Gubernur Maluku, Rabu (5/3/25) siang.

Dikatakan Vanath, pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) aktif memantau harga barang di 11 kabupaten/kota.

“Gubernur Maluku memberi perhatian serius terhadap kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Kami telah menggelar rapat bersama OPD terkait untuk menindaklanjuti perintah Gubernur dalam mengendalikan harga dan ketersediaan barang di pasaran,” ujar Wagub.

Ia juga menjelaskan, bahwa operasi pasar tetap mempertimbangkan kepentingan para pedagang kecil agar tidak merugikan mereka.

Menurutnya, intervensi harga dilakukan secara selektif di titik-titik tertentu agar harga tetap stabil tanpa mengganggu kelangsungan usaha pedagang.

Sebagai bagian dari langkah pengendalian inflasi, Gubernur kata Wagub, dijadwalkan turun langsung ke lapangan pada Jumat mendatang.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada oknum yang menimbun barang demi keuntungan pribadi yang dapat memicu kenaikan harga.

“Inflasi bisa terjadi karena penimbunan barang. Karena itu, bapak Gubernur akan meninjau langsung beberapa gudang distributor untuk memastikan stok tersedia dan distribusi berjalan lancar,” tambah Wagub.

Sementara itu, Asisten II Setda Maluku, Kasrul Selang, melaporkan bahwa stok kebutuhan pokok di Maluku dalam kondisi aman.

Dikatakan, bahwa kenaikan harga menjelang Idulfitri adalah tren tahunan yang berkisar 15 persen. Namun, pasokan tetap mencukupi.

“Kebutuhan beras kita sekitar 21.000 ton, sedangkan stok mencapai 47.000 ton, artinya cukup untuk 40 hari ke depan. Begitu juga dengan bawang merah, daging, telur, gula pasir, dan minyak goreng, semua tersedia hingga setelah Lebaran,” jelasnya.

Pemerintah juga memastikan kelancaran transportasi distribusi barang, terutama menghadapi cuaca buruk yang bisa menghambat pasokan ke daerah-daerah tertentu.

Selain itu, pasokan minyak tanah juga dalam kondisi aman. “Kuota minyak tanah cukup hingga 60 hari ke depan. Tinggal tata kelola yang perlu dioptimalkan agar distribusinya merata,” pungkas Kasrul.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Maluku optimistis kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi, serta lonjakan harga bisa dikendalikan. (NS-02)

Views: 70
Facebook
WhatsApp
Email