9 Hari Pileg, 35 Anggota DPRD Kota Ambon "Ambil Manfaat" Lakukan Reses
Kantor-DPRD-Kota-Ambon

AMBON,Nunusaku.id,- Pemilihan Umum (Pemilu) yang serentak dilakukan untuk memilih Presiden-Wakil Presiden bersamaan dengan calon anggota legislatif (Pileg) akan dihelat 9 hari lagi tepatnya 14 Februari 2024 mendatang.

Khusus 35 orang incumbent anggota DPRD Kota Ambon, berupaya keras turun ke lapangan menemui dan meyakinkan masyarakat dengan janji-janji politik lima tahunan yang dibawa mereka.

Tak ayal, agenda reses atau jaring aspirasi masyarakat pun harus “diatur” pimpinan dan anggota DPRD Kota jalan mulai Senin 5 Februari 2024 ini hingga sepekan, demi mendapat “suntikan dana segar” dari kas APBD Kota Ambon untuk “ditebar” ke konstituen di dapil masing-masing.

Jelas, hal itu untuk memastikan suara dan kursi mereka “aman”, tidak direbut para pendatang baru yang secara elektabilitas, popularitas dan akseptabilitas harus ekstra “berselancar” ditengah masa kampanye yang sedang berlangsung.

Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Gerald Mailoa yang berusaha dihubungi sejak beberapa hari lalu hingga hari ini terkait agenda Reses yang dihelat ditengah masa kampanye, kurang dari dua pekan Pemilu sama sekali tidak merespons pertanyaan via WhatsApp.

Padahal, saat salam pembuka, politisi PDI Perjuangan yang juga Ketua DPC Partai Banteng Moncong Putih di Kota Ambon itu sangat responsif.

Sementara Sekretaris DPRD Kota Ambon Apries Gaspersz yang ketika ditanya membenarkan adanya agenda reses anggota DPRD Kota Ambon tersebut dalam pekan ini.

“Iya, itu sudah diputuskan pimpinan DPRD di Bamus, kita hanya menyesuaikan,” tandasnya akhir pekan lalu di Baileo Rakyat Belakang Soya.

Terpisah, salah satu anggota DPRD Kota Ambon yang dihubungi via seluler juga mengakui Reses rencananya akan dilakukan sebelum Pemilu atau pekan ini.

“Rencananya begitu. Sesuai arahannya begitu (arahan pimpinan dewan-red), waktu rapat Badan Musyawarah (Bamus) dibicarakan itu, Reses awal Februari,” tandas wakil rakyat yang minta namanya tidak disebutkan itu,

Disinggung soal anggaran Reses yang kebetulan dilakukan mendekati momen Pileg, diakuinya, per anggota mendapat kali ini naik besar dari sebelumnya yang hanya belasan juta.

“Awalnya kan berapa (juta) itu. Tapi ini baru naik jadi Rp 49 kah (juta), anggota biasa. Tapi kayanya pimpinan juga punya sama kapa. Ini baru naik saja. Kamuka itu (dana reses) cuma belasan juta,” jelasnya.

Jika benar jumlah kenaikan anggaran Reses anggota DPRD Kota Ambon itu melonjak hingga mencapai angka fantastis Rp 49 juta per orang, patut mengundang tanya. Sebab dalam reses, item pembelanjaan tidaklah terlampau banyak, apalagi jika digabung paket legislator yang satu dapil Reses.

Biasanya hanya diperuntukkan untuk sewa tenda atau gedung, sound system, spanduk satu buah, snack atau makan siang hingga biaya transport peserta atau istilah keren “uang dudu” yang nilainya variatif, tergantung “maunya” anggota dewan.

“Tergantung masing-masing anggota (uang dudu-red). Memang ada patokan. Tapi katong sesuaikan, tidak bisa lebih,” lanjutnya lagi.

Mirisnya, dari informasi yang dihimpun,  hanya dalam kurun waktu sebulan saja, 35 anggota DPRD sudah dua kali lakukan Reses di masa sidang I 2024. Pertama sudah terjadi pada awal Januari lalu.

Maka bila dikalkulasi selama dua kali Reses dengan waktu berdekatan dan anggaran yang dialokasi, maka 35 wakil rakyat itu telah “menguras” Rp 2 Miliar lebih kas daerah hanya untuk satu agenda, reses.

Mungkinkah momen Reses jelang Pemilu ini menjadi ajang “ambil manfaat” para wakil rakyat untuk “modal politik” agar tidak kehabisan “amunisi” bertarung di sisa waktu menuju pencoblosan, demi “kursi panas” tidak melayang ke muka baru?.

Biarlah publik yang menilai dan akan menentukan pilihan mereka pada waktunya, apakah tetap ke para incumbent atau muka baru yang berniat jadi “pembeda”?. Menarik dinanti pasca 14 Februari 2024. (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email