
AMBON,Nunusaku.id,- Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengambil sumpah dan melantik 9 orang Saniri Negeri Hatalai Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) masa bakti 2024-2030, Rabu (31/1).
Pelantikan dilakukan di kompleks Negeri yang dihadiri sejumlah pimpinan OPD Pemkot Ambon, Camat Leitisel, Raja, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat serta masyarakat.
Wattimena bersyukur 9 orang yang mewakili Soa atau Matarumah di negeri Hatalai dipercaya untuk duduk di badan Saniri. Sebab sampai hari ini ada banyak hal belum bisa terlaksana di negeri Hatalai sebagai akibat dari belum diresmikannya badan Saniri.
“Pelantikan dan peresmian ini pertanda dimulainya tugas dan tanggungjawab bapak ibu, yang akan dilanjutkan dengan rapat untuk memilih pengurus badan Saniri. Kalau bisa besok sudah ada ketua dan perangkat atau struktur yang lain,” harapnya.
Hal itu penting karena menurutnya, ada banyak proses harus dilakukan lewat sinergi bersama Raja untuk kebaikan dan kemajuan Negeri Hatalai.
Sebab fakta banyak Negeri, badan saniri terpecah belah. Masing-masing merasa paling berhak menentukan. Padahal tugas pokok dan fungsi badan saniri jelas, prinsip kerja kolektif kolegial. Ketua Saniri pun tidak berhak ambil keputusan sendiri tetapi harus rapat, bermusyawarah untuk mengambil keputusan.
“Hampir semua negeri, badan Saniri terpecah belah. Kalau ada 9 orang, 5 di satu blok 4 di blok yang lain. Saya bilang ke pak Kabag pemerintahan dan pak Piet Saimima, sebagai ketua tim percepatan untuk analisa. Kalau Saniri ada dalam proses seperti itu, kita bisa saja bekukan mereka,” tegasnya.
Dirinya berharap, di Negeri Hatalai tidak terjadi demikian. Sebaliknya, harus menjadi penyambung aspirasi masyarakat khususnya Soa yang mengusulkannya. Kolaborasi, kerja bersama dan sinergitas antara Raja dan Badan Saniri kunci utama.
“Kepada Raja, saya minta segera lakukan konsolidasi untuk menyelesaikan berbagai dokumen yang belum tuntas karena badan saniri sudah ada. Bangun koordinasi dengan ibu Pendeta dan majelis Jemaat serta masyarakat untuk membangun Hatalai,” pesan Wattimena.
Negeri-negeri di Gunung tambahnya, mesti terus digenjot pembangunannya. Sebab selama ini dominan di pusat kota. Karena itu konsolidasikan semua kekuatan, lalu perjuangkan kebutuhan di negeri melalui mekanisme perencanaan yang berlaku. (NS)



