
AMBON,Nunusaku.id,- Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Sugiharto Aris Soulisa diketahui beberapa kali absen alias tidak hadir mengikuti sejumlah agenda-agenda penting kedewanan Kota Ambon di masa sidang I tahun sidang 2024/2025 maupun di awal masa sidang II tahun sidang 2024/2025.
Padahal agenda itu penting dan strategis. Pantauan media ini, absennya Soulisa pada kegiatan DPRD seperti workshop DPRD dalam rangka optimalisasi fungsi dan wewenang dalam penyusunan APBD 2025 di Jakarta awal November, rapat paripurna dalam rangka kata akhir fraksi terhadap Ranperda RPJPD Kota Ambon tahun 2025-2045 dan Ranperda APBD Kota Ambon tahun 2025 pada 30 November 2024.
Paripurna ke-IV masa sidang I tahun sidang 2024-2025 dalam rangka penutupan masa sidang I tahun sidang 2024/2025 dan pembukaan masa sidang II tahun sidang 2024/2025 pada 15 Januari 2025, diikuti rapat koordinasi komisi I dengan Kapolresta Ambon dan Pp Lease serta perwakilan Dandim 1504/Ambon membahas situasi Kamtibmas di Kota Ambon pada 16 Januari 2025.
Dari pantauan dan informasi yang diperoleh media ini, agenda terakhir yang diikuti politisi PDI Perjuangan itu ialah pelantikan pimpinan DPRD Kota Ambon periode 2024-2029 pada 18 Oktober 2024 lalu.
Ketidakhadiran Soulisa dalam beberapa agenda DPRD itu jelas menimbulkan tanya di kalangan awak media. Kemana anak Bupati Buru Selatan (Bursel) Safitri Malik Soulisa itu sebetulnya berada.
Padahal dia dan 33 anggota DPRD lainnya baru dilantik September 2024 lalu, atau belum genap setahun. Terhitung baru empat (4) bulan bertugas mewakili suara rakyat di Parlemen Belakang Soya.
Elemen pemuda dan masyarakat Kota Ambon pun turut pertanyakan “malasnya” legislator muda dari daerah pemilihan Ambon II (Batumerah, Pandan Kasturi dan Galala-Hative Kecil) itu.
“Jelas harus kita pertanyakan (tidak hadir-red) karena yang bersangkutan merupakan wakil rakyat, dipilih langsung oleh rakyat. Maka harus sungguh-sungguh rajin dan serius membawa aspirasi konsituen yang diwakili,” tanya Hamid, elemen pemuda.
Menurut dia, sering tidak hadirnya Soulisa itu jelas bukan merupakan contoh yang baik bagi masyarakat. Kecuali jika ada alasan urgen dan masuk akal, tidak masalah.
Namun sepanjang tidak ada atau dibuat-buat, itu persoalan yang harus diatensi oleh pimpinan partai, pimpinan DPRD dan Badan Kehormatan (BK).
“DPRD ada tata tertib itu kan. Bisa jadi rujukan. Kalau tidak pernah hadir lebih dari dua atau tiga kali di agenda DPRD, harus dipanggil oleh BK untk mempertanyakan, bila perlu beri teguran keras. Sehingga jelas dan publik tidak bertanya-tanya kemana wakil rakyatnya,” tandasnya, Senin (20/1).
Perihal permintaan itu, Ketua BK DPRD Kota Ambon, Jacoba Lekahena yang coba dikonfirmasi mengaku, tidak tahu pasti juga alasan sering tidak hadirnya Aris Soulisa, Ketua Komisi I DPRD di beberapa kali agenda DPRD.
“Beta jua seng tahu pasti kenapa. Mungkin yah, mungkin saja dia lagi dampingi mamanya untuk sidang di MK,” terang Lekahena via seluler dari dalam kabin pesawat saat hendak take off ke Jakarta, Senin (20/1).
Legislator asal Partai NasDem itu berjanji, setelah balik jalani agenda dewan di “Mamakota” akan mengkonfirmasi terkait hal tersebut.
“Nanti balik beta konfirmasi ee soalnya ini su di pesawat, ada siap-siap mau terbang,” ujarnya di ujung cakapan. (NS)






