Ini Enam Poin Kesepakatan Warga Hitu-Wakal, Kepolisian, TNI & Pemda
Hitu wakal

AMBON,Nunusaku.id,- Terdapat kurang lebih enam (6) poin dihasilkan menjadi kesepakatan bersama antara warga Hitu, Wakal, Kepolisian, TNI dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam upaya menyelesaikan konflik yang terjadi pada kedua negeri tersebut.

1. Insiden yang terjadi adalah persoalan pribadi, bukan konflik antar negeri.
2. Kepolisian, didukung TNI dan pemerintah, akan segera menangkap pelaku penganiayaan yang telah teridentifikasi.
3. Ketua Pemuda Negeri Wakal diharapkan segera melaporkan jika ada informasi terkait pelaku ke Kapolsek Leihitu.
4. Kasus ini akan ditangani langsung Polresta Ambon dengan dukungan Reskrimum Polda Maluku untuk memastikan tidak ada intervensi pihak luar.
5. Pembentukan tim ronda oleh Dir Binmas dan pemerintah guna membubarkan aktivitas kumpul-kumpul yang mencurigakan.
6. Mencegah isu-isu lama menjadi pemicu konflik atau balas dendam di masa depan.

Enam poin tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi penanganan konflik antara warga negeri Hitu dan negeri Wakal Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) di Polsek Leihitu yang dipimpin Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Samudi, Selasa (14/1/25).

Rakor dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda dari kedua negeri, Hitu dan Wakal, Danramil Leihitu dan pemerintah daerah (Pemda) yang diwakili Camat Leihitu.

Selain, Wakapolda, dari pihak kepolisian hadir Direktur Krimum, Kombes Pol Andri Iskandar dan Direktur Binmas Polda Maluku Kombes Pol Hujrah Soumena bersama Wakapolresta Ambon dan P.P. Lease AKBP Nur Rahman serta Kapolsek Leihitu.

Rapat bertujuan untuk memahami akar masalah, mencari solusi damai serta menetapkan langkah bersama guna mencegah meluasnya konflik.

“Kehadiran kami disini untuk mendengar langsung harapan bapak-bapak semua terkait kejadian yang telah terjadi dan untuk memastikan bahwa konflik ini tidak meluas,” kata Brigjen Samudi.

Dalam pertemuan itu, para tokoh masyarakat sepakat bahwa insiden yang terjadi merupakan persoalan pribadi dan tidak terkait dengan hubungan antar negeri.

Masyarakat pun menyampaikan beberapa tuntutan yang disampaikan dalam rapat meliputi percepatan pengungkapan pelaku penganiayaan, penyelidikan motif insiden, dan langkah-langkah pencegahan ke depan, seperti patroli rutin oleh TNI-POLRI.

Tokoh masyarakat juga menggarisbawahi pentingnya menindak tegas aktivitas yang mencurigakan, seperti dugaan terkait peredaran narkoba, konsumsi minuman keras, dan pertemuan anak muda di malam hari yang berpotensi memicu masalah.

Brigjen Samudi kembali menegaskan pentingnya menjaga kedamaian di masyarakat. “Saya yakin bapak-bapak yang hadir menginginkan kondisi kondusif. Kita tidak ingin permusuhan dan konflik berlarut-larut,” pintanya.

Pihak kepolisian dan TNI telah berkomitmen untuk terus melakukan patroli bersama guna mencegah terjadinya insiden serupa. Semua tokoh masyarakat, pemuda, dan pemerintah diminta bersinergi dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

“Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan perdamaian akan selalu terjadi di wilayah ini, ketegangan antara negeri Hitu dan Wakal dapat segera mereda, dan masyarakat kembali hidup berdampingan secara damai,” harapnya. (NS)

Views: 9
Facebook
WhatsApp
Email