
AMBON,Nunusaku.id,- Masyarakat Kota Ambon khususnya yang mendiami kawasan tugu Trikora dan sekitarnya diharapkan agar lebih peka terhadap setiap isu yang bersifat provokatif.
Warga diharapkan segera melaporkan setiap isu negatif yang diterima dari orang tak bertanggung jawab kepada aparat keamanan.
“Saya minta warga saling berkoordinasi jika ada permasalahan. Jangan sungkan melapor ke aparat keamanan jika dapati isu negatif apalagi sifatnya provokatif,” pinta Kapolda Maluku Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan saat tatap muka dengan masyarakat yang mendiami kawasan Trikora dan sekitarnya di ruang Vicon Mapolda Maluku, Senin (13/1/2025).
Kapolda berharap, bentrok antar pemuda di kawasan Tugu Trikora, Kota Ambon, Minggu (12/5) tidak terulang lagi kedepan.
Karena itu, tatap muka dengan masyarakat ini untuk berbicara dari hati ke hati guna menuntaskan permasalahan yang terjadi. Sebab telah ditegaskan bahwa bentrok yang terjadi itu bukan masalah SARA, namun murni kriminalitas dari minuman keras (Miras) dan balapan liar.
“Terima kasih sudah bersedia hadir bahkan telah ikut membantu aparat keamanan untuk meredam konflik yang terjadi. Upaya yang dilakukan masyarakat ini dampaknya sangat besar yakni tidak menjalar ke wilayah lain,” tegasnya didampingi Direktur Binmas, Direktur Intelkam dan Kapolresta Ambon dan Pp Lease.
Jenderal Bintang Dua itu meminta masyarakat agar tetap menjaga persaudaraan dengan baik, jangan mudah diadudomba oleh pihak tidak bertanggungjawab, yang tak ingin melihat Ambon tetap aman dan damai.
Ucapan terima kasih kepada aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri juga disampaikan salah satu warga yang hadir. Kerja keras aparat keamanan telah berhasil meredam bentrok tersebut.

“Terima kasih kepada pihak kepolisian dan aparat terkait yang sudah bekerja keras meredam dan mengendalikan bentrok yang terjadi hingga bisa cepat aman. Sebab pengalaman konflik yang pernah terjadi di tahun 1999, jangan lagi terjadi karena akan membuat masyarakat Maluku khususnya di Ambon semakin sengsara,” ucapnya.
Para warga juga berharap agar aparat keamanan lebih sigap dan cepat apabila terjadi permasalahan, sehingga tidak membesar dan merembet ke wilayah lain.
Di kesempatan itu, masyarakat dari dua kelompok bertikai yang hadir juga menyampaikan sikap bahwa bentrok yang terjadi adalah masalah biasa, bukan persoalan SARA.
“Sebab hubungan persaudaraan yang sudah terjalin selama ini sangat baik dan tidak bisa dipisahkan siapapun sehingga aparat keamanan harus tegas menindak siapapun yang sengaja ingin merusak persaudaraan orang Maluku,” kata mereka. (NS)





