
AMBON,Nunusaku.id,- Sepanjang tahun 2024, Stasiun Geofisika Ambon memonitoring 2.187 kejadian gempabumi terjadi di wilayah Maluku dan sekitarnya.
Dari ribuan gempa itu, tercatat 57 kejadian diantaranya dirasakan oleh masyarakat.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Ambon, Djati Cipto Kuncoro katakan, gempabumi yang terjadi didominasi gempa dengan kekuatan M<5.
Dimana kekuatan terbesar dengan M 6.3 yang terjadi di 74 km Utara Luang Sermata-MBD pada 26 Juli 2024 dan dirasakan di Tiakur II-III MMI.
“Angka-angka ini mengingatkan kita betapa pentingnya kesiapsiagaan dan edukasi dalam menghadapi potensi bencana. Dengan semangat menyambut tahun 2025, mari bersama melangkah lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih siap,” tandasnya, Kamis (2/1/25).
Tidak hanya meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga menurut Djati, akan mempererat kerjasama untuk membangun masa depan Maluku yang lebih aman.
Lebih lanjut diakuinya, setelah melihat trendnya, ada terjadi penurunan. Walau di bulan Oktober-Desember 2024 dapat dilihat lebih tinggi di banding bulan yang lain.
Namun jika kita melihat di Seismisitas tahun 2023 di bulan November, ada 500 kejadian gempa. Sedangkan di tahun 2024 ada 245 kejadian gempa.
“Kalau kita lihat ada penurunan -+ 360 kejadian gempa di 2024. Semoga Ambon khususnya dan Maluku umumnya, akan selalu terselamatkan dan terjaga. Walau wilayah ini termasuk zona rawan kejadian gempa tektonik,” jelasnya.
Djati juga berharap, akan semakin banyak terbentuk desa-desa di Ambon atau Maluku yang akan menjadi Desa Ready Tsunami Community seperti Desa Galala dan Hative Kecil yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO. (NS)





