
AMBON,Nunusaku.id,- Menjelang perayaan Natal 2024 dan tahun Baru (Nataru) 2025, masyarakat Kota Ambon dikejutkan dengan terjadinya kelangkaan minyak tanah (Mitan) sejak awal Desember 2024 atau sudah lebih dari sepekan.
Padahal Mitan merupakan kebutuhan esensi untuk menunjang nyala “dapur” masyarakat. Pemerintah dan DPRD pun diminta tidak tutup mata melihat persoalan ini.
Namun Penjabat Walikota Ambon Dominggus N Kaya membantah terjadinya kelangkaan Mitan di ibukota provinsi yang dipimpinnya ini.
“Itu seng ada (kelangkaan Mitan-red). Jadi memang ada sinyalemen untuk itu tapi dari dinas Perindag Kota Ambon sudah antisipasi dari dua hari terakhir dan terutama kemarin sudah komunikasi dengan Pertamina dan agen-agen kenapa sebenarnya,” jelas Kaya.
“Dan yang terjadi itu adalah pangkalan-pangkalan karena dong ambil minyak tanah dari agen. Tapi ternyata setoran mereka terlambat ke pangkalan sehingga pangkalan belum bisa droping minyak kalau belum ada setoran,” ungkapnya.
Menurut Kaya, itu yang sebenarnya masalah di lapangan. Namun secara umum Pertamina sudah jamin stok minyak tanah untuk Kota Ambon aman sampai Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Jadi itu cuma soal teknis ketika ada diantara pangkalan dan agen, itu saja,” tegasnya kepada media ini di Ambon, Rabu (11/12).
Sebelumnya, sejumlah masyarakat kota Ambon mengaku, minyak tanah sulit didapat. Tak seperti hari biasa sebelumnya yang tersedia di agen.
Akibat kelangkaan itu, di beberapa titik pangkalan Mitan bahkan terjadi antrian panjang pembeli dengan stok jerigen yang banyak.
“Seng sama biasa, gampang dapat. Ini katong musti cari paling susah skali. Dari Batumeja dapat sampai di Mardika atau Benteng. Itu jua terbatas,” sebut Merlin, warga Batumeja, Minggu (8/12). (NS)



