H-1 Pilkada Maluku, Lawan Panik, LAWAMENA "Diserang" Black Campaign Murahan
WhatsApp-Image-2018-05-01-at-15.14.58-1

AMBON,Nunusaku.id- Sehari menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024, black campaign atau kampanye hitam terus dilakukan lawan politik terhadap pasangan calon nomor urur 3, Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath atau LAWAMENA.

Selain isu-isu provokatif bernuansa SARA yang disebar melalui selebaran di masyarakat, kali ini giliran dimunculkan lagi kampanye hitam terkait Cagub, Hendrik Lewerissa yang pernah jadi pengacara FKM/RMS di Belanda 20 tahun silam.

Kampanye hitam itu kencang dihembuskan para buzzer politik kompetitor LAWAMENA dengan menyebar foto-foto HL muda saat jadi pengacara profesional di Negeri Kincir Angin pada WhatsApp Grup (WAG) untuk mempengaruhi pilihan politik masyarakat.

Pasalnya trend positif dan kemenangan Pilkada Maluku yang sudah didepat mata bakal diraih LAWAMENA sesuai hasil survey dan antusias masyarakat di tiap perjumpaan kampanye, hanya bisa dikalahkan dengan kampanye hitam.

Terkait hal itu, tokoh agama Islam Maluku, Ustad Arsal Risal Tuasikal menyesalkan masih adanya black campaign terhadap LAWAMENA khususnya Cagub HL pada H-1 Pilkada.

Dimana foto-foto HL yang disebar dengan narasi provokatif itu sama sekali tidak mendidik masyarakat dan memberikan pencerdasan politik yang baik.

Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan HL selaku pengacara dalam foto-foto tersebut adalah murni menjalani pekerjaan profesional untuk membela klien. Bahkan bukan sendiri, tapi dalam tugas profesional itu HL bersama ratusan pengacara lainnya.

“Bahwa sesungguhnya yang harus diketahui apa yang dilakukan Hendrik Lewerissa itu adalah pekerjaan profesional. Beliau adalah satu dari ratusan pengacara yang saat itu membela kliennya yaitu FKM/RMS,” jelas Tuasikal dalam video pendeknya yang didapat media ini, Selasa (26/11).

Sehingga publik tidak mudah percaya dan harus mampu membedakan, mana pekerjaan profesional yang membela klien dan mana objek yang dibela atau organisasi, atau orangnya.

“Apakah kemudian orang yang membela ISIS dalah ISIS ? tentu tidak. Apakah pengacara yang membela Imam Samudra atau Amrozi yang melakukan tindak pidana terorisme adalah juga mereka teroris? Sudah tentu jawabannya tidak,” tegasnya.

Dalam komitmen menjalankan profesi pengacara untuk membela klien, 100 persen Ustad Arsal meyakini seorang Hendrik Lewerissa tidak terlibat dengan FKM/RMS. “Beta sangat haqul yakin. Sangat haqul yakin,” tukasnya.

Hal kedua menurut Ustad Arsal, disebarnya foto-foto HL saat jadi pengacara di Belanda dengan narasi-narasi provokasi sebagai bentuk kepanikan dan karena sudah tidak ada cara lain lagi untuk mengambat dan membendung lajunya kemenangan Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath di Pilkada.

“Sehingga narasi dan kampanye hitam dikeluarkan untuk menghadang mereka. Saya harap, masyarakat tetap waras dan rasional. Tidak mudah terpengaruh isu-isu yang sementara dimainkan lawan politik. Tetap konsisten memilih dan kawal kemenangan LAWAMENA di Pilkada besok par Maluku pung bae,” pungkasnya. (NS)

Views: 185
Facebook
WhatsApp
Email