
AMBON,Nunusaku.id,- Suksesi PT Mutiara Permai Indonesia (MPI), sebuah Startup baru yang mulai “terbang tinggi” menjangkau Timur Indonesia khususnya Ambon-Maluku benar-benar ditunjukkan secara nyata, dan itu dimulai dari generasi muda yang bernaung dibawah Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Dewan Direksi dan Komisaris PT. MPI (adalah senior members GMKI) berbagi pengalaman dengan adik-adiknya di Ambon tentang bagaimana bisa membangun kemandirian ekonomi berdasarkan pengalaman bisnis mereka.
Startup berbasis IT dengan pendekatan kecerdasan buatan (AI) terus muncul dengan inovasi yang mengguncang pasar global saat ini.
Salesku dan Pensiunku adalah perusahaan Startup dibawah holding company PT. Mutiara Permai Indonesia mengalami lonjakan pertumbuhan berdasarkan volume pengajuan kredit pensiun dan pra-pensiun sangat siginifikan, dengan capaian 100 Milyar dan target income 30 Milyar per Bulan.
Salesku dan Pensiunku menarik perhatian karena pendekatan uniknya dalam menggabungkan teknologi blockchain dan AI, dengan konsep bisnis yang ideal dan ekosistem bisnis yang terintegrasi.
Kombinasi antara ide dan konsep bisnis ini sukses mencuri perhatian publik, menjadikan Salesku dan Pensiunku sebagai bintang baru di ekosistem startup di Indonesia saat ini.
Sekarang, mereka kembali ke rumah biru GMKI (rumah yang pernah membesarkan mereka) untuk berbagi berkat & sukacita sekaligus ekspansi/memperbesar jaringan dan ekosistim bisnis mereka.
Karena tujuan MPI adalah membawa kesejahteraan bagi seluruh nasabah atau debitur dan mewujudkan kemandirian ekonomi melalui teknologi.
GMKI memulai cerita awal untuk adanya penetrasi pasar dengan pembentukan tim Sales di Ambon. Selain itu, target portofolio kredit di project di Bank Capital Indonesia rekrutmen sales hingga Desember 2024 harus mencapai 1000.
MPI bahkan dipercayakan untuk join dengan Bank Capital Indonesia untuk mengelola Indonesia Timur. Ambon harus menjadi percontohan dari jumlah sales yang banyak. Jumlah nasabah yang banyak.
Semangat entrepreneur harus menjadi roh bagi mahasiswa di GMKI, itulah semangat yang didorong MPI agar tidak orientasi pada hal-hal yang lain dan tidak menguntungkan.
Direktur Utama PT MPI, Victor Metubun katakan, alasan kenapa Maluku jadi tujuan meraup banyak sales di project Startup “Salesku dan Pensiunku” karena negeri ini unik dari sisi rentan kendali Kota/Kabupaten.
“Rekrutmen sales ke seluruh Indonesia menyasar GMKI se-Indonesia, termasuk Ambon dengan target 1000 sales di Indonesia Timur. Ini sebuah prospek yang positif dan potensi kader GMKI untuk diajak join tentu beda dengan yang lain,” akunya usai workshop bersama kader GMKI Ambon di Swiss-Belhotel, Senin (25/11).

Kemampuan pengorganisasian kader di GMKI bisa didorong ke tingkat supervisor dan koordinator sesuai dengan tugas masing-masing. Potensi penetrasi pasar dengan GMKI ini yang bisa didorong untuk hasilkan cuan yang tidak terbatas.
“Hari ini kita harus jujur, bahwa tidak ada perusahaan yang tidak butuh sales. Semua butuh, karena sales menjadi ujung tombak pertumbuhan bisnis, apalagi perusahaan sekelas MPI yang baru bertumbuh dan dalam upaya meminimalisir resiko,” urainya.
Artinya, perusahaan tidak punya beban besar untuk pembiayaan gaji dan sebagainya, tapi disuplai dari perusahaan mitra. Dengan MPI yang punya segmentasi ke kredit pensiun, karena kredit yang Loris dan dianggap produk champion. Karena sudah pernah menguji, dengan fase terberat ialah fase pandemi dan itu tetap produktif.
“Kalau pensiunan itu pengembalian melalui gaji pensiun yang ada gaji pokok yang negara bayarkan dan kreditnya tetap produktif,” akunya.
Dengan fokus MPI untuk Sales saat ini, bukan saja direkrut untuk menjadi mitra. Tetapi MPI juga akan memberikan feedback dengan pembiayaan lunak.
“Sebab Sales akan memberikan pula portofolio kredit. Ini sebagai bentuk menciptakan loyalitas sales terhadap kerja-kerja di lapangan,” terangnya.
Target MPI kedepan, adalah awal tahun sudah punya komparasi “Koperasi Salesku Nusantara”. Ini akan mendorong segmen bisnis yang tentu berbeda dibanding “Pensiunku”
Namanya yaitu “Channel Link”. Target pembiayaan pensiunan dengan usia 70-80 tahun. Ditambah dengan “Koperasi Digital” dan target segmen pembiayaan bisnis lain yaitu “Soft Finance”.
“Namun Sales tetap menjadi fokus MPI karena koperasi itu harus didorong untuk pembiayaan lunak kepada Sales-sales, mencegah sales di lapangan butuhkan biaya cepat terkait pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Ada pembiayaan lunak yang MPI siapkan lewat koperasi,” ungkap Metubun.
Sementara, Direktur Keuangan PT Mutiara Permai Indonesia, Dr. Sherly Wattimena, SE.MM mengaku, sejak dilaunching 11 Oktober 2024 lalu, hanya terlihat di kurang lebih 15 hari operasi PT Mutiara Permai Indonesia di dalam segmen bisnis ini, pencairan telah capai Rp 14 Miliar. Sementara pengajuan kredit telah ada di angka Rp 54 miliar.
Artinya, segmen bisnis ini sangat menjanjikan dan menjadi prioritas kelompok masyarakat yang rentan sekali dengan kebutuhan primer mereka sehingga solusi terhadap keuangan mereka itu salah satunya adalah harus mendapat pinjaman.
“PT MPI semakin lagi menancapkan seluruh aspek kegiatannya itu di bulan November ini dengan capaian target itu akan ada di 30 miliar. Sampai hari ini sudah capai 20 miliar lebih. Sementara proses pengajuannya sudah mencapai 100 miliar dan pencairannya sudah kurang lebih 20 miliar,” akui Wattimena.
Ini berarti, memasuki Minggu-minggu Adventus dan Natal serta Tahun Baru, kebutuhan masyarakat lebih kuat dari hari-hari biasanya.
PT MPI pun terus berupaya menggenjot teman-teman di lapangan khusus koordinator dan para sales untuk lebih serius dan terus memperhatikan semua mekanisme pengajuan pinjaman ini sesuai aturan dan persyaratan yang mutlak harus dipenuhi, tanpa masalah.
“Semua lini dan proses kita gerakkan di seluruh Indonesia. Maka sampai akhir Desember 2024 itu bisa saja mencapai lebih dari 100 Miliar pengajuan. Memang bukan hal mudah. Karena itu untuk seluruh perekrutan Salesku, dimulai di Ambon baik koordinator dan para Sales. Yang baru tuntas untuk GMKI, nanti GAMKI dan anak muda lainnya yang dekat dengan dunia digital,” urainya.
Direktur Investasi PT MPI, Ruben Franky Oratmangun menyebut, dari prospek bisnis MPI, target pencapaian telah dilewati. Namun MPI tetap harus melakukan inovasi dan pelayanan ekstra, terkhusus kepada para Sales karena merupakan ujung tombak dari bisnis ini.
“Itu yang menjadi prioritas kita. Karena platform digital ini khusus untuk Salesku, kita mencoba untuk memberikan ruang bagi sales untuk bisa memberikan sentuhan heart to heart kepada para calon debitur. Karena dengan pendekatan itu, dari aspek negosiasi sangat memberikan trend positif bagi PT MPI,” tukasnya.
Dikatakan, dari progres saat ini dengan pengajuan per hari ini, telah mencapai Rp 100 Miliar lebih. Ini jelas menunjukkan trend positif bagi MPI terkhususnya Salesku dan Pensiunku.
Sebab apa yang ditawarkan MPI ke debitur adalah bagian dari kebutuhan. Tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif saja, tapi kebutuhan yang sifatnya sekunder yang bisa sanggupi kebutuhan-kebutuhan lain.
Bahkan selain Maluku, MPI sudah gerak cepat dan masuk ke berbagai wilayah potensial seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT), Medan Sumatera Utara, Sulawesi, Lombok Nusa Tenggara Barat, Bali, Papua, Jambi dan Jabodetabek.
“Kita juga saat ini fokus ke Jabodetabek. Karena angka pengajuan dan pencairan sangat rendah, hanya 40 persen. Maka kita akan terus genjot agar mesti lebih dari 40 persen. Khusus di Sumatera, kita manfaatkan jejaring. Baik GMKI maupun GAMKI serta asosiasi lain,” urainya.
Proyeksi kedepan, untuk pengembangan MPI, pihak perusahaan akan ekspansi lebih dari yang saat ini. Dimana ruang terbuka telah diberikan dan bahkan ditawarkan secara personal untuk harus ada cabang MPI.
“Kita akan sambut bola ini. Selain buka cabang, tapi memang perekrutan Sales harus terus jadi komitmen bersama untuk memperkuat kerja-kerja MPI,” demikian Frangky. (NS)



