Digital Marketing Penting Dorong Kemandirian Ekonomi Pelaku UMKM Kota Ambon
WhatsApp-Image-2024-11-23-at-09.57.44

AMBON,Nunusaku.id,- Di era perkembangan teknologi dan mewujudkan Ambon smart city atau kota pintar, maka digital marketing sangat penting dalam mendorong kemandirian ekonomi pelaku UMKM di kota ini.

Hal itu diungkap Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra, yang juga Plt. Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ambon, Ronald H. Lekransy.

Lekransy katakan, kemandirian ekonomi berbasis sumber daya lokal menjadi konsep besar yang dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana komitmen Pemkot mengembangan ekonomi berbasis keluarga.

“Dalam RPJP kota Ambon maka skenario jangka panjang membangun kemandirian ekonomi berbasis sumberdaya lokal,” tandasnya saat sosialisasi literasi, branding, digital marketing serta public speaking yang digelar Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo RI di Walang Sagu Cempaka, Sabtu (23/11).

Dikatakan, untuk mendukung konsep itu Pemkot Ambon sudah ada pada jalur yang benar, dengan nilai kesiapan digital mencapai 63,23 persen dengan level kematangan “Survival”.

“Infrastruktur digital kola Ambon siap, untuk bangun konsep ekonomi berbasis digital,” imbuhnya.

Dalam konsep Smart City pada dimensi Smart Economy akui Lekransy, yang didalamnya mendorong kegiatan pengembangan UMKM berbasis digital.

Dalam kaitan itu pemerintah terus membuka kesempatan berusaha, kemudahan perijinan, melatih SDM Wira Usaha, kemudahan modal usaha dan mendorong kunjungan pariwisata.

“Selain itu ada Smart Branding yaitu pengembangan Ambon City Of Music, yang berimplikasi pada Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga akan terus di dorong,” ujarnya.

Kepada para pegiat ekosistem digital BAKTI di sektor UMKM dan Pariwisata, Lekransy mengajak untuk dapat terus mengembangkan usahanya, dengan mengelola produk lokal demi mewujudkan Ambon yang tangguh dalam aspek ekonomi dan pariwisata lewat transformasi digital.

“Pemkot punya 28 titik Wifi Station. Ini bentuk komitmen untuk pengembangan produk, pemasaran, sehingga kita dapat berkompetisi untuk pemasaran lebih luas. Kita juga punya e-katalog yang dapat digunakan para pegiat UMKM dan pariwisata,” tandasnya.

Sementara itu, Staf Divisi Masyarakat BAKTI Kominfo Evita Yuniar jelaskan, pihaknya sejak tahun 2019 telah melaksanakan program solusi ekosistem ekonomi digital dengan berbagai pelatihan dan workshop yang menghasilkan 200.000 alumni.

“Guna memberdayakan alumni itu maka telah dibentuk komunitas pegiat ekosistem digital yang memiliki tugas menjadi champion ekosistem digital dengan melakukan sosialisasi dengan harapan adanya keberlanjutan terhadap ekosistem digital,” pungkasnya. (NS/MC)

Views: 5
Facebook
WhatsApp
Email