Antusias Masyarakat Tak Terbendung, LAWAMENA "Menggema" di Asilulu
IMG_20241122_225812

AMBON,Nunusaku.id,- Dua hari menjelang berakhirnya masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada), calon Gubernur Maluku nomor urut 3, Hendrik Lewerissa dan tim terus gerilya jumpai masyarakat, termasuk di Negeri Asilulu Kabupaten Maluku Tengah, Jum’at (22/11).

Di Asilulu, antusias masyarakat akan hadirnya pasangan dengan jargon LAWAMENA itu tak terbendung. Perempuan, laki-laki, tua dan muda tumpah ruah menyatu di dalam Negeri setempat.

Bahkan warga dari Negeri-negeri tetangga pun ikut hadir. Sebab mereka ingin mendengar langsung semangat perubahan par Maluku pung bae yang diusung LAWAMENA lima tahun kedepan.

Sebelum berkampanye, Hendrik dan rombongan diantar ribuan masyarakat setempat. Mereka disambut penuh hangat dengan tabuhan hadrat dan Zamrah. Teriakan “03” hingga “LAWAMENA Menang” dari masyarakat menggema.

“Beta bersyukur dan sukacita mendapat sambutan luar biasa di Asilulu. Beta merasa telah jadi bagian dari Negeri ini dan Negeri-negeri lain di jazirah Leihitu dan Leihitu Barat. Karena Pileg 2019 dan 2024 lalu beta meraih suara signifikan,” akui HL.

Di depan masyarakat, Hendrik mengaku rela tinggalkan kenyamanan anggota DPR-RI hanya untuk mau menyatu dan menjadi pelayan masyarakat.

Sebab kondisi Maluku sedang tidak baik-baik saja. Padahal tanah ini kaya akan sumberdaya alam (SDA), namun kurang diperhatikan pemerintah, menjadi provinsi termiskin keempat di Indonesia.

“Maluku tidak pantas menjadi negeri termiskin di Indonesia, ditengah kekayaan SDA yang melimpah. Katong tidak bisa bangga dengan itu, selama rakyat masih miskin, tertinggal dan pemuda masih nganggur,” jelasnya.

Maluku hari ini dan kedepan, akui HL, sapaan akrab Lewerissa, butuh pemimpin yang bisa mengurus kekayaan ini dengan baik demi kemaslahatan rakyat. LAWAMENA pun telah komitmen untuk mewakafkan diri layani masyarakat Maluku.

“Kalau negeri ini punya pemimpin yang baik, amanah, bertanggungjawab, mau bekerja keras, masuk kantor pagi pulang sore, setelah tugas kantor blusukan ke lapangan, bersungguh sungguh bagi kemajuan daerah ini dan kesejahteraan rakyat, mestinya masalah di kesehatan misalnya harus teratasi,” akunya.

Kedepannya jika Tuhan kehendaki lewat dukungan masyarakat dia dan Vanath menjadi Gubernur-Wagub Maluku, Lewerissa pastikan persoalan kekurangan obat, tenaga medis minim, sarana prasarana kesehatan serta kesejahteraan tenaga medis di RS milik pemerintah tidak akan terjadi.

“Beta pastikan beta akan cek langsung ke lapangan. Tidak hanya asal bapak senang alias ABS. Sebab kesehatan merupakan hal mendasar di masyarakat dan beta tahu di Buru, Namlea dan sekitarnya juga merasakan yang sama,” tegasnya.

Selain kesehatan, dia juga prihatin akan kondisi pendidikan di Maluku saat ini yang terpuruk, kualitas pendidikannya. Maluku kalah bersaing dengan anak-anak dari daerah luar.

Fakta itu terjadi, manakala hari ini ada banyak sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga guru di Maluku Tenggara, Maluku Barat Daya, di Buru dan Kabupaten/Kota lain . Ada sekolah yang satu guru mengajar 3-4 kelas sama seperti peristiwa tahun 60-an yang lalu.

“Bagaimana bisa kita membuat sumber daya manusia Maluku menjadi unggul kalau sekolahnya cuma 1 guru mengajar 2-4 kelas?. Bagaimana mungkin itu terjadi. Kalau beta jadi Gubernur masalah kekurangan tenaga pengajar/tenaga pendidik/tenaga guru ini harus kita atasi, ada banyak cara, ada banyak jalan keluar harus kita buat,” terangnya.

Kondisi kesehatan dan pendidikan itu menjadi contoh nyata dari sekian banyak masalah yang kompleks terjadi di Maluku, disamping persoalan infrastruktur jalan, talud, jembatan, akses transportasi hingga listrik.

Lewerissa pun tegaskan, ada banyak program yang pasangan LAWAMENA siapkan, tidak muluk-muluk. Misalnya jika teridentifikasi di satu desa masalahnya air bersih maka harus pastikan air bersih masuk dan terlayani ke masyarakat.

Juga kalau tahu di desa itu hancur karena tidak ada talud, maka diupayakan agar talud dibangun. Demikian pula infrastruktur jalan, jembatan rusak, maka pastikan itu harus diperbaiki. Sebab itu merupakan tanggungjawab negara lewat pemerintah provinsi yang tidak boleh terabaikan.

“Semua itu dapat dilakukan karena ini uang negara/daerah. Yang diperlukan dari seorang pemimpin hanya merencanakan, bicarakan anggarannya dengan DPRD, kalau tidak cukup menghadap Presiden langsung. Pak Prabowo Presiden Indonesia merupakan pimpinan partai saya dan yang berikan perintah bangun Maluku,” urainya.

Jika pemerintah pusat bisa menaruh perhatian lebih kepada Maluku, Lewerissa yakin bersama Abdullah Vanath dan seluruh elemen akan mampu membawa Negeri ini keluar dari keterpurukan dan bisa mengejar ketertinggalan.

“Sudah terlalu lama kita tertunduk sebagai orang Maluku. Saatnya Maluku yang kaya SDA, kedepan harus angkat muka, dan tegap berdiri maju, keluar dari kemiskinan dan ketertinggalan. LAWAMENA siap jadi pelayan rakyat untuk merubah semua itu,” kuncinya.

Sementara, Sekretaris DPW PPP Maluku, Rovik Afifudin meyakini, kandidat calon Gubernur-Wakil Gubernur (Wagub) Maluku nomor urut 3, Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath yang didukung pihaknya akan keluar sebagai pemenang Pilkada Maluku 2024.

“Insya Allah tanggal 27 November, sudah ada Gubernur Maluku baru. Sebab katong bajalang dari kampong ka kampong, antuasias masyarakat luar biasa, mereka inginkan Gubernur baru,” ungkapnya.

Keinginan masyarakat ini akuinya, menjadi tanda-tanda LAWAMENA akan menangkan pertarungan. Apalagi di hari-hari terakhir kampanye ini, arah angin berubah. Dimana pasangan LAWAMENA lagi gencarnya diserang lawan, bukan sebaliknya.

“Itu tanda mereka sudah takut. Karena semakin hari dukungan masyarakat semakin kuat. Ini langkah dan kesempatan yang tepat untuk membuat Maluku semakin baik kedepan, keluar dari keterpurukan. Sebab Maluku saat ini sedang tidak baik-baik saja,” tegas anggota DPRD Maluku itu.

Rovik tegaskan, untuk merubah dan perbaiki Maluku menjadi tanggungjawab semua pihak termasuk masyarakat. Dan terpenting, bumi Raja-raja harus punya pemimpin yang kaya imajinasi dan inovasi dan itu hanya ada di seorang Hendrik Lewerissa, kolaborasi dengan Abdullah Vanath, yang sama-sama punya pengalaman.

“Gubernur ini kapal induk. Dimana kekuasaan bisa kita pegang untuk menjaga dan keluarkan Maluku dari masalah kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan. Saya yakin, pa Hendrik ingin jadi berkat bagi Maluku usai tinggalkan kursi DPR-RI,” akunya.

Ketua tim pemenangan LAWAMENA, Said Assagaff bilang, hasil survey saat ini sudah menempatkan LAWAMENA ada di depan, unggul jauh atas dua kandidat lain. Dengan tersisa waktu 5 hari, diharapkan masyarakat tetap jaga hati, keyakinan dan tetap dalam sujud syukur kepada mereka berdua.

“Perjuangan ini bukan untuk kesenangan kita, tapi ingin persembahkan yang terbaik bagi Maluku. 5 hari ini akan diisi sebaik mungkin untuk memastikan kemenangan LAWAMENA yang sudah di depan mata dijaga. Jazirah Leihitu dan Leihitu Barat jadi kuncinya,” tegasnya.

Sedangkan Ketua tim Relawan LAWAMENA, Sam Latuconsina minta, masyarakat di Jazirah menciptakan sejarah baru, dengan menjadikan putra Lease dan Seram jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

“Untuk menjadi pemimpin di Maluku, ada tiga syarat yaitu harus cerdas, punya rekam kepemimpinan yang baik dan punya networking. Tiga syarat ini hanya dimiliki Hendrik-Vanath,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Sam, Hendrik-Vanath adalah kombinasi apik untuk keluarkan Maluku dari keterpurukan, karena punya pengalaman di legislatif dan birokrasi. HL mampu lahirkan pemimpin yang baru, salah satunya Alimudin Kolatlena yang gantikan dirinya di DPR-RI. Sementara Vanath, 10 tahun jadi Bupati SBT.

“Kedekatan HL dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto tak usah diragukan. Maluku butuh sentuhan pemerintah pusat. Saya yakin lewat tangan dingin Presiden Prabowo dan upaya pa Hendrik, bantuan dan perhatian pemerintah pusat akan sangat besar bagi Maluku,” kuncinya. (NS)

Views: 9
Facebook
WhatsApp
Email