Maluku Butuh Pemimpin yang Bisa Mengurus Kekayaan Alamnya, HL: LAWAMENA Siap
oppo_2

AMBON,Nunusaku.id,- Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku nomor urut 3, Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath terus bergerilya melakukan kampanye dialogis dengan menjumpai masyarakat untuk mensosialisasi visi dan misi.

Usai Seram Bagian Timur (SBT), pasangan dengan akronim LAWAMENA dan tim pemenangan itu menjumpai masyarakat di Amahai dan Soahuku Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (20/11).

Perempuan, laki-laki, tua dan muda tumpah ruah menyatu di lapangan sepakbola Nunusaku Negeri Soahuku. Mengenakkan kain berang merah di kepala setelah diantar dengan Arumbae dan Cakalele.

Masyarakat menyambut antusias Hendrik-Vanath, seraya ingin mendengar langsung semangat perubahan par Maluku pung bae yang diusung keduanya.

“Luar biasa, terima kasih. Karena beta mendapat sambutan luar biasa di Amahai dan Soahuku. Beta merasa seperti jadi bagian dari Soahuku karena sering berkunjung kesini dan juga meraih suara signifikan saat Pileg,” akunya.

Di depan masyarakat, Hendrik mengaku rela tinggalkan kenyamanan anggota DPR-RI hanya untuk mau menyatu dan menjadi pelayan masyarakat.

Sebab kondisi Maluku sedang tidak baik-baik saja. Padahal tanah ini kaya akan sumberdaya alam (SDA), namun kurang diperhatikan pemerintah, menjadi provinsi termiskin keempat di Indonesia.

“Maluku tidak pantas menjadi negeri termiskin di Indonesia, ditengah kekayaan SDA yang melimpah. Katong tidak bisa bangga dengan itu, selama rakyat masih miskin, tertinggal dan pemuda masih nganggur,” jelasnya.

Maluku hari ini dan kedepan, akui HL, sapaan akrab Lewerissa, butuh pemimpin yang bisa mengurus kekayaan ini dengan baik demi kemaslahatan rakyat. LAWAMENA pun telah komitmen untuk mewakafkan diri layani masyarakat Maluku.

“Kalau negeri ini punya pemimpin yang baik, amanah, bertanggungjawab, mau bekerja keras, masuk kantor pagi pulang sore, setelah tugas kantor blusukan ke lapangan, bersungguh sungguh bagi kemajuan daerah ini dan kesejahteraan rakyat, mestinya masalah di kesehatan misalnya harus teratasi,” akunya.

Kedepannya jika Tuhan kehendaki lewat dukungan masyarakat dia dan Vanath menjadi Gubernur-Wagub Maluku, Lewerissa pastikan persoalan kekurangan obat, tenaga medis minim, sarana prasarana kesehatan serta kesejahteraan tenaga medis di RS milik pemerintah tidak akan terjadi.

“Beta pastikan beta akan cek langsung ke lapangan. Tidak hanya asal bapak senang alias ABS. Sebab kesehatan merupakan hal mendasar di masyarakat dan beta tahu di Buru, Namlea dan sekitarnya juga merasakan yang sama,” tegasnya.

Selain kesehatan, dia juga prihatin akan kondisi pendidikan di Maluku saat ini yang terpuruk, kualitas pendidikannya. Maluku kalah bersaing dengan anak-anak dari daerah luar.

Fakta itu terjadi, manakala hari ini ada banyak sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga guru di Maluku Tenggara, Maluku Barat Daya, di Buru dan Kabupaten/Kota lain . Ada sekolah yang satu guru mengajar 3-4 kelas sama seperti peristiwa tahun 60-an yang lalu.

“Bagaimana bisa kita membuat sumber daya manusia Maluku menjadi unggul kalau sekolahnya cuma 1 guru mengajar 2-4 kelas?. Bagaimana mungkin itu terjadi. Kalau beta jadi Gubernur masalah kekurangan tenaga pengajar/tenaga pendidik/tenaga guru ini harus kita atasi, ada banyak cara, ada banyak jalan keluar harus kita buat,” terangnya.

Kondisi kesehatan dan pendidikan itu menjadi contoh nyata dari sekian banyak masalah yang kompleks terjadi di Maluku, disamping persoalan infrastruktur jalan, talud, jembatan, akses transportasi hingga listrik.

Lewerissa pun tegaskan, ada banyak program yang pasangan LAWAMENA siapkan, tidak muluk-muluk. Misalnya jika teridentifikasi di satu desa masalahnya air bersih maka harus pastikan air bersih masuk dan terlayani ke masyarakat.

Juga kalau tahu di desa itu hancur karena tidak ada talud, maka diupayakan agar talud dibangun. Demikian pula infrastruktur jalan, jembatan rusak, maka pastikan itu harus diperbaiki.

Sebab itu merupakan tanggungjawab negara lewat pemerintah provinsi yang tidak boleh terabaikan.

“Semua itu dapat dilakukan karena ini uang negara/daerah. Yang diperlukan dari seorang pemimpin hanya merencanakan, bicarakan anggarannya dengan DPRD, kalau tidak cukup menghadap Presiden langsung. Pak Prabowo Presiden Indonesia merupakan pimpinan partai saya dan yang berikan perintah bangun Maluku,” urainya.

Jika pemerintah pusat bisa menaruh perhatian lebih kepada Maluku, Lewerissa yakin bersama Abdullah Vanath dan seluruh elemen akan mampu membawa Negeri ini keluar dari keterpurukan dan bisa mengejar ketertinggalan.

“Sudah terlalu lama kita tertunduk sebagai orang Maluku. Saatnya Maluku yang kaya SDA, kedepan harus angkat muka, dan tegap berdiri maju, keluar dari kemiskinan dan ketertinggalan. LAWAMENA siap jadi pelayan rakyat untuk merubah semua itu,” kuncinya. (NS)

Views: 7
Facebook
WhatsApp
Email