
AMBON,Nunusaku.id,- Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Jefri Gultom, menegaskan pentingnya membangun kader-kader GMKI yang berkualitas, berintegritas, dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan dalam pidatonya di pembukaan Konsultasi Wilayah (Konswil) XI GMKI yang digelar di kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon Kawasan Halong Atas, Senin (18/11).
Menurutnya, menjadi pemimpin organisasi bukanlah hal yang mudah, terutama dalam membangun kepercayaan anggota.
“Menjadi Ketua Umum itu gampang, yang sulit adalah mendapatkan kepercayaan. Tanggung jawabnya juga besar,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga berbagi pengalaman selama dua periode kepemimpinannya, termasuk menyalurkan dana sebesar Rp 1,8 miliar untuk beasiswa bagi kader GMKI, khususnya anak yatim piatu.
“Di akhir kepengurusan, ada Rp 650 juta lagi yang akan saya salurkan untuk beasiswa S1, S2, dan S3,” ujarnya.
Tak hanya salurkan beasiswa, ia juga mengingatkan pentingnya kader GMKI untuk meraih peluang pendidikan lebih tinggi.
“Anak-anak di Maluku yang S1 di Unpatti atau IAKN harus melanjutkan S2-nya ke Universitas terbaik seperti UI, UGM, atau bahkan ke luar negeri. Ambil beasiswa seperti LPDP dan manfaatkan kesempatan itu,” tegasnya.

Menghadapi berbagai tantangan, Gultom mengingatkan bahwa kader GMKI tidak boleh mudah menyerah atau mengeluh.
Ia berbagi pengalamannya dalam mendirikan sekretariat permanen GMKI di enam wilayah, termasuk Aceh yang penuh dengan hambatan.
“Tiga kali saya ditolak saat ingin mendirikan sekretariat di Aceh. Tapi saya percaya bahwa dengan doa dan penyertaan Tuhan, akhirnya bisa terwujud. Di Maluku, NTT, atau Papua lebih mudah, tetapi Aceh itu luar biasa tantangannya,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa menjadi kader GMKI adalah panggilan untuk melayani, bukan sekadar mencari berkat.
“Jangan pernah mengusahakan berkat, usahakanlah pelayanan. Berkat itu Tuhan berikan melalui tangan-tangan yang tak terlihat,” pesannya.
Lebih lanjut, Gultom juga menyebut bahwa saat ini hanya satu kader GMKI yang duduk di Kabinet, yaitu Maruarar Sirait.
Ia berharap ke depan semakin banyak kader GMKI yang mampu berkontribusi di berbagai sektor, termasuk politik.
Dalam suasana santai, Gultom juga mengingatkan kader GMKI untuk memanfaatkan posisi strategis mereka dengan bijak.
“Kalau nanti sudah jadi politisi, baru cari cara berbagi lewat konsolidasi sambil ngopi-ngopi,” canda Jefri, yang disambut tawa peserta.
Melalui Konswil XI ini, Gultom berharap para kader GMKI semakin termotivasi untuk menjadi pemimpin masa depan yang tangguh, berintegritas, dan berdampak positif bagi bangsa dan negara. (NS)


