
AMBON,Nunusaku.id,- Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik, Senin 11 November 2024 pukul 10.12.39 WIT.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,9 (5,2 SR).
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,13° LS ; 129,86° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 184 Km arah barat laut Tanimbar, Maluku pada kedalaman 116 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Laut Banda.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust),” tandas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono lewat siaran persnya, Senin (11/11).
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa ini menimbulkan guncangan di daerah Saumlaki, Kepulauan Tanimbar dengan skala intensitas II MMI.
Lebih lanjut dikatakan, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi timbulkan tsunami,” urainya.
Hingga pukul 10.40 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
“Kepada masyarakat dihimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa,” pungkasnya. (NS)



