
AMBON,Nunusaku.id,- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Sukri diduga terlibat dalam politik praktis.
Dugaan keterlibatan itu terendus ketika Sukri Ury dalam kapasitas Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Malteng, mengumpulkan pengurus, tokoh dan sesepuh anggota KKST setempat di ruang pertemuan Baruga Lesane samping kantor Lurah Lesane Kecamatan Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Minggu (10/11).
Dari video berdurasi satu menit yang didapat media ini, perjumpaan yang dibalut nuansa “silaturahmi” itu sarat nuansa politis untuk mendukung pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail-Michael Wattimena atau 2M.
Sebab dihadiri calon Gubernur nomor urut 2, Murad Ismail, yang juga dewan pembina KKST Pusat sebagaimana tulisan spanduk yang terpampang di ruangan.
Murad tak sendiri, dia bersama isterinya, Widya Pratiwi Murad yang juga anggota DPR-RI sekaligus ketua tim pemenangan 2M. Keduanya menggunakan kaos hitam bertuliskan “2M lanjutkan”.
Widya yang terekam di video, mengajak pengurus KKST untuk ke TPS dan tusuk nomor 2.
“Datang ke TPS-TPS untuk tusuk nomor 2, Murad-Michael. Insyaallah, 2M akan lanjutkan. Mudah-mudahan tentunya kita sehat walafiat, sehingga bisa sama-sama merayakan pesta demokrasi nanti di tanggal 27 November,” sebut Widya.
Kadispora Sukri yang kenakan kemeja hijau duduk satu deretan dengan Murad dan Widya di sofa bagian depan. Padahal diketahui, Sukri merupakan pejabat publik dan ASN, yang sangat dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis.
Kabarnya, pertemuan itu awal direncanakan berlangsung di Pendopo Bupati Malteng, dalam rangkaian kampanye 2M di Bumi Pamahununusa. Namun karena mudah dideteksi kepentingan politiknya, silaturahmi “politik” tersebut dialihkan ke Lesane.
Warga Kota Masohi, Salman Alfarisi meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Maluku Tengah maupun Provinsi agar bertindak cepat terkait persoalan ASN yang tidak netral tersebut.
“Sebab dugaan kita, pasti Kadispora berani bikin itu karena ada arahan khusus dan garansi dari pimpinan. Kalau tidak, pasti tidak berani. Maka kami minta Bawaslu sigap dan cepat tindak yang bersangkutan dan memproses ketidak netralan ASN kepada Gakkumdu,” pintanya.
Apalagi tambahnya, telah terdeteksi dugaan seluruh Camat di Maluku Tengah (Malteng) telah “diarahkan” untuk bermain memenangkan 2M di Pilkada. Karena itu peran dan kesigapan Bawaslu menjadi kunci.
“Hal ini tidak boleh dibiarkan. Bawaslu harus bertindak cepat, tidak boleh dibiarkan. Kalau tidak maka proses demokrasi kita akan cacat dan tidak lagi bermartabat. Harapan kita sekarang bertumpu di Bawaslu,” desaknya. (NS)



