Soal Potensi Konflik di Maluku, HL: Perlu Komunikasi Lintas Komunitas, Tak Cukup Seremonial 
oppo_2

AMBON,Nunusaku.id,- Salah satu pertanyaan panelis debat calon Gubernur-Wakil Gubernur Maluku, Sabtu (26/10) yaitu apa upaya yang akan dilakukan untuk memperkuat solidaritas sosial antar individu, individu dengan kelompok dan antar kelompok, jika terpilih menjadi Gubernur dan Wagub.

Pertanyaan itu berkaitan sub tema memperkuat harmonisasi sosial. Dimana Maluku dikenal dengan keragaman budaya, etnik, agama dan bahasa yang mencerminkan kekayaan warisan leluhur dan identitas masyarakat yang khas.

Keberagaman ini seolah menjadi mozaik indah yang membentuk keunikan Maluku. Tetapi disisi lain juga membawa tantangan tersendiri.

Tanpa pengelolaan yang bijak, perbedaan ini berpotensi menjadi benih konflik, menciptakan disharmoni sosial yang dapat merusak tatanan masyarakat.

Pertanyaan itu khusus ditujukan kepada calon Gubernur Maluku nomor 2, Murad Ismail. Murad yang adalah mantan Gubernur periode 2019-2024 lalu beberkan sejumlah langkah yang akan dilakukan selama menjadi Gubernur.

Yakni setiap tahun akan melakukan festival budaya, anak-anak muda gemar melakukan bacarita antar orang basudara, melaksanakan panas pela dan gandong, dan berdendang seantero negeri, serta melaksanakan pekan pemuda kreatif, olahraga, unggul, berbasis kearifan lokal.

Jawaban mantan Dankor Brimob Polri itu pun diapresiasi calon Gubernur Maluku nomor urut 3, Hendrik Lewerissa (HL).

Tapi menurut HL, dalam upaya meningkatkan kohesifitas sosial bagi masyarakat Maluku yang beragam, tidak hanya cukup dengan kegiatan-kegiatan seremonial atau formalitas.

“Tapi kita perlu mendorong komunikasi-komunikasi lintas komunitas masyarakat yang lebih intens. Sehingga kohesifitas itu memang menjadi sesuatu yang asli, bukan sesuatu yang sifatnya formalistik, seremonial,” tegas mantan anggota DPR-RI dapil Maluku itu.

Menanggapinya, Murad mengaku, antara kegiatan seremonial dan bukan, sama-sama penting. Tergantung bagaimana bisa memberikan yang terbaik kepada anak-anak di Maluku untuk melanjutkan apa yang diinginkan, demi kemajuan Maluku kedepan. (NS)

Views: 4
Facebook
WhatsApp
Email