
AMBON,Nunusaku.id,- Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Maluku 2024 semakin dekati waktunya. Calon Gubernur Maluku nomor urut 3, Hendrik Lewerissa pun terus turun sosialisasi diri dan visi misi pasangan Lawamena (Hendrik-Vanath) ke masyarakat.
Salah satunya ialah dengan mengumpulkan masyarakat Negeri-negeri di Jazirah Hatawano Kecamatan Saparua Timur yaitu Tuhaha, Ihamahu, Noloth, Itawaka, yang terpusat di samping kantor negeri Noloth, Selasa (22/10).
Masyarakat menyambut antusias hadirnya anak negeri, Hendrik Lewerissa untuk meminta dukungan penuh ikut kontestasi Pilkada 27 November mendatang.
Gayung bersambut, permintaan itu direspon masyarakat yang siap mendukung dan menangkan Lawamena.
“Sebagai anak Negeri Lease, katong dukung penuh pa Hendrik punya proses. Supaya bisa angkat dan majukan Negeri-negeri di Lease. Terutama memperhatikan pegawai dan anak-anak Negeri yang ada di kecamatan Saparua dan Saparua Timur,” harap salah satu tokoh masyarakat Noloth.
Di depan masyarakat, Hendrik mengaku prihatin ketika membaca koran beberapa waktu lalu terkait kondisi RSUD Dr. Haulussy yang kehabisan obat. Hal ini terjadi karena memang tidak diurus dengan baik.
“Kalau negeri ini punya pemimpin yang baik, amanah, bertanggungjawab, mau bekerja keras, masuk kantor pagi pulang sore, setelah tugas kantor blusukan ke lapangan, bersungguh sungguh bagi kemajuan daerah ini dan kesejahteraan rakyat, mestinya RS tidak kehabisan obat seperti begitu,” ujarnya.

Kedepannya jika Tuhan kehendaki lewat dukungan masyarakat, Putra Lease menjadi Gubernur Maluku, Lewerissa pastikan tidak lagi ada masalah tersebut di RSUD Dr. Haulussy Ambon. “Beta pastikan beta akan cek langsung ke lapangan,” tegasnya.
Selain kesehatan, dia juga prihatin akan kondisi pendidikan di Maluku saat ini yang terpuruk, kualitas pendidikannya. Maluku kalah bersaing dengan anak-anak dari daerah luar.
Fakta itu terjadi, manakala hari ini ada banyak sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga guru di Maluku Tenggara, Maluku Barat Daya, di Buru dan sebagainya. Ada sekolah yang satu guru mengajar 3-4 kelas sama seperti peristiwa tahun 60-an yang lalu.
“Bagaimana bisa kita membuat sumber daya manusia Maluku menjadi unggul kalau sekolahnya cuma 1 guru mengajar 2-4 kelas?. Bagaimana mungkin itu terjadi. Kalau beta jadi Gubernur masalah kekurangan tenaga pengajar/tenaga pendidik/tenaga guru ini harus kita atasi, ada banyak cara, ada banyak jalan keluar harus kita buat,” terangnya.
Kondisi kesehatan dan pendidikan itu menjadi contoh nyata dari sekian banyak masalah yang kompleks terjadi di Maluku. Lewerissa pun tegaskan, ada banyak program yang dia dan calon Wakil Gubernur Abdullah Vanath sudah siapkan, tidak muluk-muluk.
Misalnya jika teridentifikasi di satu desa masalahnya air bersih maka harus pastikan air bersih masuk dan terlayani ke masyarakat. Juga kalau tahu di desa itu hancur karena tidak ada talud, maka diupayakan agar talud dibangun. Demikian pula infrastruktur jalan, jembatan rusak, maka pastikan itu harus diperbaiki.
“Semua itu dapat dilakukan karena ini uang negara/daerah. Yang diperlukan dari seorang pemimpin hanya merencanakan, bicarakan anggarannya dengan DPRD, kalau tidak cukup menghadap Presiden langsung. Pak Prabowo Presiden Indonesia merupakan pimpinan partai saya dan yang berikan perintah bangun Maluku,” urainya.
Jika pemerintah pusat bisa menaruh perhatian lebih kepada Maluku, Lewerissa yakin bersama Abdullah Vanath dan seluruh elemen akan mampu membawa Negeri ini keluar dari keterpurukan dan bisa mengejar ketertinggalan.
“Sudah terlalu lama kita tertunduk sebagai orang Maluku. Saatnya Maluku yang kaya akan sumberdaya alam melimpah, kedepan harus angkat muka, dan tegap berdiri maju, keluar dari kemiskinan dan ketertinggalan,” pungkasnya. (NS)






