
AMBON,Nunusaku.id,- Ratusan pedagang pasar Mardika Kota Ambon mendoakan pasangan Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath atau dengan akronim Lawamena, terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Maluku periode 2024-2029 dalam pemilihan 27 November mendatang.
Selain mendoakan, mereka juga berjanji akan mengajak keluarga untuk bersama mendukung pasangan nomor urut 3 itu pada waktunya. Sebab HL-AV datang menawarkan komitmen yang konkrit untuk perhatikan nasib mereka lima tahun kedepan.
“Kami doakan bapak berdua bisa terpilih menjadi Gubernur dan Wagub Maluku agar bisa perhatikan nasib kami dan keadaan yang hari ini ada di Pasar Mardika,” tandas Mahdir, salah satu pedagang buah kepada HL-AV saat kampanye dialogis di aula hotel Amans, Senin (14/10).
Pasalnya selama ini menurut dia, pedagang di Mardika merasa kurang mendapat perlakuan yang adil dari pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku.
Itu terjadi ketika pembangunan pasar Mardika baru terjadi, pedagang direvitalisasi dengan ribuan janji tapi kemudian tidak terealisasi. Bahkan banyak pedagang juga tidak mendapat tempat di dalam pasar baru Mardika, harga lapak pun tidak gratis alias harus dibayar jutaan.
“Di Mardika terlalu banyak kepentingan. Ada kontraktor yang mendapat keuntungan disana. Bagaimana dolo lapak yang sudah dibangun, tapi kemudian dibongkar lagi dengan alasan direvitalisasi untuk masuk ke pasar baru Mardika. Tapi semua cuma janji,” sesalnya.

Julia, pedagang sayur mengapresiasi apa yang jadi komitmen pasangan Lawamena untuk perhatikan aspirasi pedagang pasar Mardika yang jumlahnya ribuan orang.
Dia berharap, komitmen itu diwujudkan ketika menjadi Gubernur dan Wagub Maluku, bukan seperti yang sebelumnya.
“Kita dijanjikan yang penting dukung revitalisasi, tapi janji itu tidak terealisasi. Banyak tidak dapat hak-hak. Malah masuk gedung baru Mardika harus bayar Rp 1,5 juta per kios/bulan, padahal sebelumnya dijanjikan gratis. Gedung sunyi, kalau tidak bayar mereka akan segel lapak,” ceritanya ke HL-AV.
Mendengar curahan para pedagang, calon Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan, persoalan pasar Mardika memang jadi salah satu prioritasnya kedepan untuk diperhatikan dan dibenahi bersama Abdullah Vanath, itu pun telah masuk ke Sapta Cita Lawamena.
Hal ini seiring dengan fakta yang terjadi, bahwa pedagang berjualan susah karena tidak disediakan tempat, dihajar Satpol-PP, harus beli lapak/kios dengan harga mahal dan mencekik.
“Menata Pasar Mardika ini mudah, tergantung pendekatan dan pemimpinnya. Pendekatan itu akan kami lakukan secara manusiawi dan tidak bebani pedagang. Beta dan pa Vanath berkomitmen akan bebaskan biaya retribusi pedagang. Agar pedagang hanya fokus cari nafkah bagi keluarganya, biar pemerintah yang tanggung biaya retribusi,” urainya.
“Masa pedagang sudah setengah mati cari nafkah, baru mau tarik retribusi setiap hari. Belum tentu jualan dong laku, untung. Belum lagi kalau sewa kios/lapak mahal. Ini kan fakta-fakta yang harus teratasi dan Lawamena berkomitmen dengan pedagang Mardika,” pungkas HL. (NS)



