
AMBON,Nunusaku.id,- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dalam waktu tiga (3) bulan berhasil melampaui target investasi yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.
“Saya sudah dapat laporan dari Kepala DPMPTSP, 3 (tiga) bulan ini kita sudah lewat target. Jadi target dari provinsi yang diberi ke kami untuk investasi di 3 bulan ini sudah terlewati,” akunya di Ambon, Kamis (3/10).
Karena itu ditegaskan, bahwa jajaran DPMPTSP Kota Ambon terus berupaya mendorong investasi lewat berbagai inovasi, termasuk didalamnya rencana penyiapan Mall Pelayanan Publik.
“Itu yang kami terus perjuangkan, jadi teman-teman di DPMPTSP ini, memang betul-betul berjuang untuk itu agar capaian ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan,” akui Kaya.
Sebelumnya diketahui, Ambon menjadi satu-satunya Kota/Kabupaten di Provinsi Maluku yang menerima penghargaan khusus Kawasan Timur Indonesia (KTI) atas penilaian kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan kinerja percepatan pelaksanaan berusaha Pemerintah Daerah (Pemda) tahun 2024.
Pada kategori penghargaan khusus KTI, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon meraihnya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.
Penghargaan itu diserahkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Rosan Roeslani dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, kepada Pj. Walikota, Dominggus N. Kaya dalam acara anugerah Layanan Investasi tahun 2024 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin (30/9) lalu.
Kaya mengakui, penghargaan ini diberikan Pemerintah Pusat sebagai apresiasi atas kerja keras Pemkot Ambon melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dalam mendorong investasi bahkan hingga melebihi target.
Diberikannya penghargaan ini kepada Pemkot Ambon, dirinya berharap akan memotivasi semua jajaran pemerintah dalam meningkatkan investasi di tahun depan dan selanjutnya.
“Kita punya harapan memang investasi di Maluku ini. Sesuai apa yang dibilang sama Pak Menteri, klasternya lebih banyak di klaster sedang, menengah dan kebawah tapi harapan kedepan investasi kelas besar juga mungkin bisa masuk ke Maluku, termasuk di Kota Ambon,” harapnya. (NS)



