
AMBON,Nunusaku.id,– Kelompok Cipayung Plus provinsi Maluku, yang terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan/mahasiswa, telah nyatakan penolakan terhadap rencana kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang dijadwalkan hadir di Ambon 3 Oktober 2024 nanti.
Dalam persiapan aksi tersebut, perwakilan tertinggi dari masing-masing organisasi telah menyerahkan surat pemberitahuan aksi “penolakan” ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Senin (30/9).
Langkah ini diambil sebagai tanda keseriusan mereka dalam menyuarakan aspirasi masyarakat Maluku.
Aksi penolakan itu akan digelar pada 3 Oktober 2024, dengan rute dimulai dari Jembatan Merah Putih sebagai titik kumpul dan Bandara Pattimura Ambon sebagai lokasi utama aksi. 1.000 orang peserta akan turut ambil bagian dalam aksi ini.
Abubakar Mahu, Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku, mewakili rekan-rekannya, menyatakan bahwa mereka sepenuhnya mematuhi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat diuka umum.
Dirinya menyebut, bahwa aksi tersebut akan memperhatikan ketentuan radius 150 meter dari objek vital, seperti yang diatur dalam undang-undang tersebut.
“Sebagai mahasiswa dan masyarakat terdidik, kami tetap memperhatikan regulasi yang berlaku,” ungkap Mahu dalam rilis yang diterima media ini di Ambon, Senin (30/09).
Dikatakan Mahu, waktu yang tersisa sebelum aksi cukup panjang, sehingga mereka akan menggunakan kesempatan ini untuk menggalang dukungan dari mahasiswa dan masyarakat.
“Kami akan turun ke kampus-kampus untuk mengonsolidasikan kader-kader dan mahasiswa, serta mengimbau masyarakat Maluku untuk bersama-sama melakukan kuliah umum di Bandara Pattimura Ambon menyambut kedatangan Presiden,” ujarnya.
Selain itu, Mahu juga menegaskan bahwa seluruh kader organisasi akan ikut serta dalam aksi ini, yang menurutnya merupakan upaya untuk mempertahankan harga diri masyarakat Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku.
“Provinsi Maluku memiliki sejarah panjang dalam mendirikan Negara Republik Indonesia, dan kami merasa telah dikecewakan oleh janji-janji Presiden Jokowi yang tidak direalisasikan untuk masyarakat Maluku,” tegasnya. (NS-02)



