Kecewa Dibohongi, OKP Cipayung Plus Tolak Kunjungan Presiden Jokowi ke Maluku
IMG-20240929-WA0012

AMBON,Nunusaku.id,- Pimpinan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) Cipayung Plus Provinsi Maluku menolak rencana kunjungan kesekian kalinya Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Bumi Raja-raja Maluku.

Penolakan itu disampaikan pimpinan OKP Cipayung Plus; Ketua DPD GMNI Maluku Alberthus Pormes, Ketua PKC PMII Maluku M. Saleh Ohorella, Ketua KAMMI Maluku Amin Fidmatan, Korwil XI GMKI Maluku Donatus Jamlean, Ketua PMKRI Ambon Johan Lefteuw, serta Ketum HMI Cabang Ambon Rifon Wally kepada awak media di salah satu rumah kopi di Ambon, Minggu (29/9).

Mereka dengan tegas menolak kedatangan orang nomor satu di Indonesia ke Maluku karena merasa kecewa dibohongi janji-janji manis untuk provinsi seribu pulau ini.

Diketahui, Presiden dua periode ini dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2024 atau kurang dari satu bulan sebelum masa jabatannya berakhir.

Mewakili para koleganya, Abubakar Mahu, Ketua Umum DPD IMM Maluku, menyebut, kunjungan Presiden Jokowi seharusnya digunakan untuk meninjau pembangunan Ambon Newport atau pelabuhan baru Ambon yang sudah dijanjikan sejak lama, namun hingga kini belum terealisasi.

“Janji itu ternyata hanya membohongi masyarakat Maluku,” ujarnya.

Abubakar juga menyoroti beberapa proyek yang dijanjikan Jokowi untuk Maluku termasuk Lumbung Ikan Nasional (LIN), Ambon Newport, Blok Masela dan RUU Daerah Kepulauan.

Namun, proyek-proyek tersebut dinilai tidak ada yang terealisasi, bahkan beberapa diantaranya, seperti Blok Masela. Serta Ambon New Port yang dibatalkan dengan alasan yang dianggap tidak masuk akal, seperti keberadaan ranjau peninggalan Perang Dunia II dan gunung api.

“Alasan tersebut tidak bisa diterima, mengingat di daerah lain, proyek pembangunan tetap bisa berjalan meskipun ada tantangan serupa,” sesalnya.

Ia mencontohkan pembangunan kereta cepat di Jawa dan Sumatera yang berhasil, meski ada gunung api aktif seperti Krakatau. Hal ini menunjukkan ketidakadilan pemerintah pusat terhadap masyarakat Maluku.

Selain itu, pada 4 April 2016, Presiden Jokowi dalam sambutannya saat peresmian Jembatan Merah Putih di Ambon menyatakan bahwa pembangunan Blok Masela akan selesai pada tahun 2024.

“Namun, hingga kini, menurut laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), belum ada tanda-tanda pembangunan,” akunya.

Dikatakan Mahu, Cipayung Plus Maluku juga berencana untuk melakukan konsolidasi di seluruh kampus di Kota Ambon dan Provinsi Maluku.

Mereka akan menginstruksikan para kader di setiap daerah untuk menggelar aksi menolak kedatangan Presiden Jokowi.

Bahkan, mereka merencanakan demonstrasi besar-besaran yang berpotensi menghentikan aktivitas di Bandara Pattimura sebagai bentuk protes terhadap janji-janji yang dianggap tidak dipenuhi oleh Presiden Jokowi.

“Kami akan pastikan aksi ini berlangsung besar-besaran, sebagai bentuk rasa kekecewaan kami terhadap janji Presiden Jokowi yang telah membohongi rakyat Maluku,” tegas Abubakar. (NS-02)

Views: 687
Facebook
WhatsApp
Email