
AMBON,Nunusaku.id,- Komunikasi dengan sejumlah pihak menjadi sarana yang sangat penting untuk membangun Maluku lebih baik kedepan.
Hal itu disampaikan Kapolda Maluku, Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan saat menerima kunjungan silaturahmi OKP Cipayung Plus (HMI, GMNI, PMII, PMKRI, GMKI, BEM- Nusantara, IMM, KMHDI) di ruang PJU Polda Maluku, Kamis (26/9/24).
“Pesan saya bagi rekan-rekan. Jangan mau dipecah belah, kita bersama pemuda-pemudi Maluku yang memiliki integritas, solidaritas dan toleransi tinggi harus bersatu,” ajak Kapolda didampingi Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Samudi, Dirintelkam dan Dirbinmas.
Ketua GMKI Cabang, Apriansa Atapary mengaku, ini merupakan pertemuan perdana antara Kapolda dan Wakapolda bersama OKP Cipayung Plus.
Dikatakan, permasalahan terkait minuman keras (Miras) di Maluku bukan hal baru. Hingga kini masih terjadi dan menjadi PR besar bagi setiap pimpinan TNI-POLRI yang bertugas di Maluku.
“Kami pernah usulkan satu ide terkait pengolahan Miras (SOPI) ini untuk dilegalkan dan dibuat aturan oleh pemerintah. Karena bila dilegalkan dampak baik dari hal itu dapat muncul sehingga masalah dari mengkonsumsi Miras ini dapat teratasi,” katanya.
Ia juga menyampaikan maraknya kasus kekerasan seksual kepada anak dan perempuan di Maluku. Mirisnya, pelaku asusila adalah mulai dari orang tua kandung hingga kerabat terdekat.
“Kami mendorong Polda Maluku untuk bagaimana dapat memberi ruang khusus dalam penanganan kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak. Perempuan dan anak merupakan aset negara yang harus jaga,” katanya.
Senada, Ketua GMNI Maluku Rony PormesĀ berharap adanya kolaborasi dan koordinasi yang baik antara Polda Maluku dan OKP Cipayung Plus.
“Bicara tentang Maluku kita tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi, tetapi bagaimana dilihat dari peran dari keamanan ini sangat luar biasa,” katanya.
Kedepan akan diperhadapakan dengan momentum Pilkada. Diperlukan sinergitas dan kerja sama antara semua elemen dan lapisan masyarakat demi terwujudnya Pilkada yang aman dan lancar.
“Berkaca dari pengalaman Pemilu maupun Pilkada lalu, konflik dan ketegangan dalam masyarakat sering terjadi maka dengan itu saya berharap Kepolisian (Polda Maluku) dapat terus menjaga Kamtibmas aman dan kondusif,” pintanya.
Sementara Ketua Umum DPD-IMM Maluku memberi apresiasi yang sangat positif kepada Kapolda. Ia mengatakan karakteristik orang Maluku terkenal dengan watak dan pembawaan yang baik.
“Timbulnya konflik lebih diakibatkan masalah wilayah maupun kepentingan perorangan. Saya harap bapak Kapolda bagaimana dapat menghadirkan salah satu wadah yang menyatukan kami Cipayung Plus untuk dapat berdiskusi saling bertukar pikiran yakni Rumah Kebangsaan yang mana telah dijanjikan bapak Kapolda sebelumnya,” harapnya.
Mengenai sejumlah pikiran dan masukan itu, Kapolda mengaku, berdasarkan hasil mapping terkait perhelatan Pilkada, ketiga paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku memiliki kekuatan yang berimbang.
Namun dirinya meminta dukungan dan kerjasama baik OKP Cipayung Plus untuk bagaimana menjaga situasi politik yang semakin memanas ini.
“Mari kita jaga, kawal terus situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Kalau pun ada bibit perpecahan yang diketahui rekan-rekan saya harap dapat disampaikan ke pihak kepolisian,” pintanya.
Dikatakan, pemicu terjadinya kekerasan seksual salah satunya pelaku mengkonsumsi miras. Karena miras pelaku hilang kesadaran dan berbuat seenaknya.
“Apabila miras (Sopi) ini peredarannya dilegalkan, apakah orangnya dapat dikendalikan?,” tanya Kapolda.
Karena itu penegakan hukum terus diutamakan terkait tindak pidana mengenai penyakit masyarakat dimaksud.
“Peran dan kerjasama semua elemen terutama pemuda sangat diperlukan guna mengedukasikan bahaya Miras dan tindak pidana asusila di kalangan masyarakat,” katanya. (NS)

