
AMBON,Nunusaku.id,- Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI menyalurkan sejumlah bantuan bencana kepada Pemerintah dan masyarakat Kota Ambon bertepatan dengan peringatan HUT ke-79 RI, Sabtu (17/8/24).
Bantuan tersebut berupa satu unit mobil ambulance, peralatan kebencanaan yakni tenda 4 unit, tenda keluarga 50 unit, genset 2 unit, pompa Alkon 5 unit, perahu karet+mesin1 unit, kasur lipat 50 lembar, matras 100 lembar, light tower 1 unit.
Selain itu dana siap pakai sebesar Rp 250 juta juga diberikan Pempus. Penjabat Walikota Ambon Dominggus N. Kaya menerima paket bantuan yang diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendi dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di pelataran Balaikota Ambon.
“Kehadiran pak Menko PMK dan Kepala BNPB ini tentu pertanda baik sebagai komitmen dan perhatian Pempus kepada kita di Kota Ambon tetap menjadi prioritas. Ditunjukkan dengan pemberian sejumlah bantuan,” tandas Pj Walikota.
Diakuinya, sejak 5 Juli-29 Agustus 2024 mendatang, Kota Ambon berlakukan status tanggap darurat dan kini sudah masuki ketiga kali diperpanjang.
Hal itu seiring bencana banjir, longsor dan cuaca ekstrim yang terjadi, serta mengacu pada prakiraan BMKG dua minggu terakhir bahwa cuaca ekstrim masih berkisar di angka 50 mm.
Menko PMK berharap, bantuan yang diserahkan ini nantinya tidak disalahgunakan, tetapi dipakai sesuai peruntukan bagi upaya penanganan tanggap darurat bencana banjir, longsor dan cuaca ekstrim di Kota Ambon-Maluku.

“Sekarang pendekatan untuk penanganan bencana oleh BNPB itu sifatnya pro-aktif. Sehingga ketika ada bencana, ada tanggap darurat, kita Rapat Tingkat Menteri (RTM), asal saya setujui, aman oleh Kepala BNPB. Bisa cepat tertangani,” akunya.
Menurutnya, pendekatan tersebut lebih efektif. Ketimbang harus menggunakan pola birokrasi yang ruwet. Manakala bencana tertangani dengan cara itu, tidak akan menyelesaikan masalah.
“Indonesia, kita ini ditakdirkan berada dalam langganan bencana setiap tahun, tidak bisa bilang tidak, karena kita ada di ring of fire atau cincin api. Termasuk Ambon dan Maluku. Karena itu jangan pernah berhenti untuk lakukan antisipasi kemungkinan terjadi bencana di wilayah Maluku,” pinta Muhajir.
Selain antisipatif, tapi juga harus proaktif. Menyiapkan segala yang diperlukan. “Di Maluku ada itu yang pasca bencana belum tertangani. Saya minta pa Sekda Maluku bisa registrasi mana-mana saja yang perlu ditangani BNPB dengan pendekatan shortcut,” demikian Muhajir.
Sementara Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengaku, BNPB mencatat sejak 2021-2024, Kabupaten/kota di Maluku tidak pernah mendapat anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana (BTT).
Padahal daerah lain di Jawa dan Sumatera berlomba-lomba mendapatkan dana itu dari pemerintah pusat.
“Apa memang tidak pernah ajukan, tapi saya berharap kedepan di Maluku bisa dapat BTT. Mungkin kehadiran kami bisa berdampak, selain dalam rangka serahkan bantuan pula. Karena status di Kota Ambon saat ini darurat bencana, maka akan kami tambah bantuan peralatan lagi dan dana siap pakai,” pungkasnya. (NS)



