
AMBON,Nunusaku.id,- Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD-GMNI) Maluku menggandeng Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Ambon menggelar Dialog Kebangsaan Refleksi 79 tahun Indonesia Merdeka untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) damai.
Dialog yang mengusung tema “Wujudkan Pilkada Serentak tahun 2024 yang Jujur, Aman, Damai dan Bermartabat” dihelat di media caffe-Ambon, Kamis (15/8).
Komisioner KPUD Kota Ambon Vica. J. Saija, SH.MH mengapresiasi dialog kebangsaan tersebut. Diharapkan dialog ini akan lahirkan pikiran-pikiran penting yang bisa berkontribusi bagi KPU dalam mensukseskan Pilkada serentak agar dapat berjalan aman, damai jujur, dan bermartabat.
Dikatakan, KPU Kota Ambon dihadapkan dengan sejumlah tahapan yang telah dan akan dilalui. Salah satunya yang sudah berjalan ialah pleno penetapan daftar pemilih sementara (DPS) tingkat Kota Ambon. Dan nantinya di tingkat Provinsi akan digelar Jum’at 16 Agustus 2024.
“KPU Kota Ambon pada 11 Agustus 2024 telah pleno penetapan DPS, dan kemudian akan mengikuti pleno di tingkat Provinsi 16 Agustus 2024,” paparnya.
Selesai pleno penetapan DPS dengan jumlah total pemilih sebanyak 251.212 orang yang mempunyai hak pilih, pihaknya akui Saija, akan melakukan perbaikan data sesuai amanat PKPU.
“Hasil penetapan DPS, tersebar dari 5 Kecamatan, 50 Desa/Negeri/Kelurahan dan 501 TPS di Kota Ambon. Dengan pemilih laki-laki 119.058 dan perempuan 132,154 orang,” jelasnya.
Saija lantas mengajak pemuda pemudi maupun warga kota Ambon agar dapat mengecek data diri pada website KPU kota Ambon guna memastikan apakah sudah terdaftar di DPS atau belum.
“Kepada seluruh teman pemuda, maupun warga kota Ambon agar segera cek data diri masing-masing apakah sudah terdaftar atau belum di DPS. Cek di website KPU; cekdptonline.kpu.go.id,” ajak wanita yang juga akademisi fakultas hukum Universitas Pattimura (Unpatti) itu.
Ketua DPD GMNI Maluku, Albertus Y. R. Pormes mengatakan, apa yang menjadi kepentingan bangsa dan negara adalah bagian dari demokrasi.
2024 adalah tahun politik. Karena itu amat penting untuk menjaga agar Pilkada berjalan secara jujur, bebas dari intervensi apapun. Sehingga kesejahteraan masyarakat Maluku bisa terwujud.
“Mari kita menjaga Kambtimas agar Pemilukada serentak di tingkat provinsi dan Kabupaten/Kota dapat berjalan lancar sesuai amanat UUD dalam konteks berpolitik,” harapnya.
Sementara itu, akademisi FISIP Unpatti Ambon, Dr. M. Latuconsina, S,IP. MA mengaku, dialog kebangsaan ini sangat penting bagi kaum muda, sebab kaum muda Maluku memilik jiwa nasionalisme yang tinggi.
“Mereka telah memberikan pendidikan politik, pendidikan pemilih, sehingga mereka bisa paham apa yang harus dilaksanakan dalam agenda demokrasi baik di Kota Ambon maupun kabupaten kota lainnya,” ucapnya.
Mantan Ketua Bawaslu Kota Ambon itu berharap, dialog kebangsaan ini bisa mensupport terlaksananya Pilkada baik secara demokrasi, jujur, dan adil.
“Saya berharap ade-ade pemuda-pemuda bisa mengimplementasikan dalam kegiatan-kegiatan aktivitas-aktivitas politik yang paling real,” harap Latuconsina.
Komisioner KPID Maluku Lekpery J, Amtu, ST mengaku, dialog kebangsaan ini bermakna positif agar bagaimana hadirkan pikiran kontributif bagi suksesnya Pilkada serentak tetapi juga merefleksikan kembali perjalanan bangsa selama 79 tahun.
Dimana, Maluku merupakan provinsi yang ikut mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga tentu akan melihat provinsi ini juga akan ikut pesta demokrasi lokal dan hasilnya berdampak bagi daerah dan masyarakat di Bumi Raja-raja.
“Jangan terkontaminasi dengan hal-hal tidak baik yang bisa memecah belah sesama anak Maluku. Mari jaga lingkungan kita agar aman, damai dan akan melaksanakan Pilkada serentak secara baik sesuai semangat Undang-Undang Dasar 1945,” pintanya. (NS)



