
AMBON,Nunusaku,- Netralitas TNI harus dipegang teguh secara tegak lurus. Karena itu Prajurit yang nantinya akan melaksanakan tugas pengamanan Pemilu agar mempedomani SOP serta mendahulukan upaya preventif dan persuasif dalam setiap penanganan permasalahan di lapangan.
“Netralitas TNI harus dipegang teguh secara tegak lurus di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak,” tegas Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Syafrial saat berikan pengarahan kepada seluruh Prajurit, PNS dan Persit di jajaran Korem 152/Baabullah Kota Ternate, Kamis (8/8/24).
Diketahui, bagi Prajurit, PNS dan Persit yang berada di luar pulau Ternate mengikuti pengarahan secara virtual dari satuan masing-masing.
Dikatakan, pesta demokrasi Pilkada serentak akan dihelat di 8 Kabupaten, 2 Kota dan Provinsi. Dimana sesuai amanat dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 2004 Pasal 7 ayat (2) huruf b angka 10 serta Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum, TNI memiliki kewajiban untuk turut serta membantu pemerintah daerah mensukseskan Pilkada serentak melalui perbantuan kekuatan kepada Polri.
Pangdam mengaku, pihaknya juga telah melakukan mitigasi kerawanan Pilkada baik potensi konflik maupun ancaman bencana alam yang mungkin terjadi.
“Kepada tim Intelijen agar lakukan deteksi dan pencegahan dini di setiap kemungkinan pihak-pihak yang berusaha menggagalkan pelaksanaan Pilkada serta bagi satuan teritorial agar lebih menggencarkan Binter yang baik, dan merangkul seluruh komponen masyarakat,” terangnya.
Tak lupa, Jenderal Bintang Dua itu ingatkan prajurit, PNS dan Persit agar menghindari berbagai jenis pelanggaran yang dapat mencoreng institusi dan menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada TNI.
“Mari kita semua laksanakan tugas mulia ini secara ikhlas dan penuh rasa tanggungjawab sebagai seorang prajurit profesional yang memegang teguh Sapta Marga, sumpah prajurit dan 8 Wajib TNI” pungkas Pangdam. (NS)






