
AMBON,Nunusaku.id,- Untuk ketiga kalinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana hingga 20 Agustus 2024 mendatang. Hal ini diputuskan mengingat cuaca ekstrim sesuai data BMKG masih terjadi selama bulan Agustus 2024 ini.
Sebelumnya diketahui, masa tanggap darurat bencana ditetapkan pertama kali oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Penjabat Walikota sejak 5 Juli 2024 lalu hingga 14 hari atau 19 Juli 2024. Yang kemudian berlanjut lagi kedua kalinya hingga 1 Agustus 2024 lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon Fahmi Salatalohy katakan, melalui rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral yang dipimpin Penjabat Walikota Dominggus N. Kaya pekan lalu, Pemkot Ambon putuskan untuk memperpanjang kembali masa tanggap darurat bencana.
Selain jajaran Pemkot baik Penjabat Walikota, Sekretaris Kota dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, Rakor juga diikuti stakeholder terkait yakni BPBD Maluku, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II-Ambon, Basarnas Ambon, Kodim 1504/Ambon, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease dan PMI Ambon.
“Sesuai hasil rapat, diputuskan perpanjang status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrim hingga 20 Agustus 2024,” tandas Salatalohy saat dihubungi via WhatsApp, Rabu (7/8).
Menurutnya, yang jadi dasar keputusan perpanjang masa tanggap darurat bencana hingga sepekan kedepan, yakni data BMKG menyatakan bulan Agustus hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih terjadi dengan rata 361mm.
Pertimbangan kedua, bahwa kejadian bencana sebelumnya yaitu tanah longsor 54 titik, dengan kerusakan rumah 9 unit, talud 3 unit dan rumah terancam 45 unit, masih dilakukan penanganan secara intensif oleh jajaran Pemkot Ambon.
“Sesuai arahan pa Penjabat Walikota, berharap dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat bencana ini, semua hal bisa kita lakukan secara maksimal. Lewat kerjasama lintas OPD dan stakeholder. Karena misalnya BPBD saja tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi, sinergi,” bebernya.
Sedangkan posko tanggap darurat bencana tambah Salatalohy, yang diisi berbagai stakeholder di bidang kebencanaan tetap beroperasi di lantai I ruang ULA Balaikota untuk melayani kebutuhan masyarakat Kota Ambon.
Sebelumnya, Penjabat Walikota Dominggus N. Kaya maupun Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse selalu menghimbau warga kota Ambon yang bermukim di kawasan rawan bencana untuk tetap waspada dan memantau peringatan yang dikeluarkan BMKG dan Pemkot di media sosial (Medsos).
“Tetap berjaga-jaga dan pantau peringatan BMKG, juga dari posko yang diedarkan lewat Medsos. Kami sudah arahkan peringatan itu bisa perhari dan perjam. Intinya tetap waspada bagi keluarga yang berada di titik rawan bencana,” pinta kedua pemimpin di kota ini. (NS)



