
AMBON,Nunusaku.id,- Pasca aksi tembak menembak yang melibatkan personil Polres Tual dan Brimob BKO di Kota Tual, Minggu (28/7) malam, proses “rekonsiliasi” di internal terus dilakukan.
Salah satunya dilakukan apel gabungan personel Polres Tual, Brimob Batalyon C Pelopor dan Brimob BKO Resimen Pass 3 Pelopor di Mapolres Tual, Selasa (30/7). Apel dipimpin langsung Kapolres Tual AKBP. Adrian S.Y. Tuuk.
Kapolres katakan, apel gabungan tersebut sesuai arahan dan atas petunjuk dari Kapolri dan Kapolda Maluku kepada Dansat Brimob dan Kapolres Tual.
“Saya beserta pak Pj Walikota juga mendapat amanat dari Menteri Dalam Negeri bapak Tito Karnavian agar permasalahan yang terjadi antara kita internal kita dapat diselesaikan,” katanya.
Adrian bilang, sebuah kerugian besar bagi Polri apabila masalah ini tidak diselesaikan. “Tugas kita masih panjang. Tugas memelihara Kamtibmas, tegakkan hukum, berikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Dirinya menegaskan, jangan gara-gara masalah ini, masyarakat terabaikan. “Sekali lagi saya pimpinan kewilayahan dan selaku Kapolres minta maaf yah kepada rekan-rekan saya dari Brimob. Mewakili anggota saya Polres Tual, saya minta maaf,” ucap Kapolres.
Lebih jauh Tuuk berharap seluruh personil Brimob dapat memaafkan anggota Polres Tual. Pasalnya dalam hal melaksanakan tugas atas seijin dan perintah dari Kapolres.
“Jadi, sekali lagi saya mohon maaf dan pada kesempatan ini saya juga meminta personil saya dari Polres Tual untuk bersikap dewasa. Karena kita ini bukan anak-anak, kita sudah tugas sudah puluhan tahun. Semoga peristiwa ini menjadi pengalaman buat kita, jangan sampai terulang di waktu yang akan datang,” pesannya.
Senada, Danmen 1 Pas III Korps Brimob Polri, Kombes Pol Reinhard R. Huwae akui, sebenarnya apel gabungan ini sudah direncanakan beberapa minggu lalu oleh Kapolres dengan pihaknya.
Namum, momen apel gabungan ini sangat berbeda karena diketahui bersama bahwa dampak dari kejadian beberapa hari lalu sama-sama merugikan kedua pihak terutama masyarakat yang menyaksikan.
“Jadi, seperti apa yang sudah disampaikan bapak Kapolres penekanan baik dari pusat, Polda maupun satuan lainnya diharapkan ini merupakan yang terakhir di wilayah Polres Tual,” kecamnya.
Ia juga menitip pesan dengan harapan setelah apel gabungan ini personil Brimob dan anggota Polres saling memaafkan.
“Kedepan saya dan bapak Kapolres tetap bekerja sama koordinasi untuk melaksanakan tugas fungsi dan peran kita masing-masing,” ungkapnya.
Dia mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pj. Walikota Tual, Dansat Brimob dan Kapolres Tual yang sudah merencanakan kegiatan apel gabungan hari ini.
“Saya sebagai Brimob tugasnya apa, dan pak Kapolres sebagai Kapolres tugasnya apa, tetap koordinasi dan bekerjasama untuk melaksanakan tugas yang diemban dipundak kita masing-masing” pungkas Huwae.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Maluku Kombes Pol Dostan M. Siregar tegaskan, dirinya sangat yakin sekali bahwa personil Brimob dan anggota Polres Tual yang hadir pada apel gabungan ini bukan atas suatu keterpaksaan.
Mengulang penyampaian Kapolres Tual dan Danmen, Dostan mengaku memang ada rencana untuk melaksanakan apel gabungan sebulan sekali baik di Mako Polres maupun Mako Batalyon C yang ada di Kota Tual.
Namun kejadian beberapa hari lalu, Siregar sangat yakin dan percaya didalam hati seluruh anggota sangat menyayangkan dan menyesalkan kejadian tersebut.
“Kita bersama-sama berada di rumah besar, kita ini masih belum dewasa. Saya berharap tadi bapak Danmen juga sampaikan bahwa itu kejadian terakhir, tidak boleh terulang lagi,” sesalnya.
Dikatakan, kejadian yang mamalukan bagi institusi POLRI dampaknya sangat besar sekali. Bukan hanya dirasakan masyarakat Kota Tual tetapi juga masyarakat yang diluar Tual bahkan diluar Maluku.
“Kita diberikan kewenangan oleh Undang-undang. Memiliki tugas pokok untuk melindungi, mengayomi, melayani masyarakat. Penegakan hukumnya terakhir. Kalau kita sendiri yang diberikan amanah itu tapi ternyata kita sendiri tidak bisa melindungi kita sesama rekan kerja kita. Ini sangat memalukan dan menyedihkan,” sesal Dansat.
Siregar berharap dengan insiden ini hendaknya menjadikan pengalaman yang sangat berharga supaya tidak terulang kembali.
“Kedepan saya berharap terus jalin komunikasi sesama anggota baik dari Brimob yang ada di Kota Tual ini,” pintanya.
Dia berharap, bila kedepan ada hal-hal di lapangan terjadi sumbatan-sumbatan komunikasi, agar rekan-rekan semuanya jangan mengambil keputusan sendiri, tapi hendaknya dikoordinasikan.
“Komunikasi, koordinasikan sehingga munculah kolaborasi kerjasama. Pasti ada solusinya. Setuju?” Dan dijawab “Siap” oleh anggota Brimob dan personil Polres Tual.
Dalam kesempatan itu, Siregar turut mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pj Walikota Tual yang hadir menyaksikan apel gabungan sebagai bentuk komitmen bersama menyelesaikan masalah ini.
“Pak Wali, kita telah melupakan kejadian atau insiden beberapa hari lalu dan kita komitmen bahwa itu tidak akan terjadi lagi, yang akan mencoreng nama baik institusi Polri. Saya berharap sinergitas kita kuatkan di internal Polri dan kita kuatkan sinergitas kita dengan TNI dan Pemerintah Daerah maupun stakeholder lainnya,” ujarnya.
Diakhir arahan, atas nama satuan dan pribadi Siregar menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Polres Tual masyarakat dari Kota Tual terkait insiden tersebut.
“Mudah-mudahan ini pembelajaran bagi kita bersama supaya kita bisa menjadi anggota Polri yang memiliki tugas pokok sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat,” pungkasnya.
Apel gabungan itu turut dihadiri Wakapolres Tual, Kompol Teddy, Kasi Intel Satbrimob Maluku, Kompol Ahmad Saleh, Wadanyon C Pelopor, AKP Estephanus Lawery, Danki 1 Yon C Pelopor, AKP Arifin Wakanubun, PJU dan personil Polres Tual, personil Staf Yon C Pelopor dan Kompi 1 Yon C Pelopor dan personil Pas III Pelopor Korps Brimob Polri. (NS)






