Ini Masalah yang Ditemukan Pj Walikota Saat Kunjungi Puskesmas di Ambon
IMG-20240704-WA0000

AMBON,Nunusaku.id,- Penjabat Walikota Ambon Dominggus N. Kaya menepati janjinya untuk mengunjungi langsung pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kota Ambon, demi mendorong upaya percepatan penurunan stuting di Kota ini.

Didampingi Asisten III Setkot Ambon Robby Sapulette dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Wendy Pelupessy, dalam sehari, Rabu (3/7), Kaya mendatangi dan melihat dari dekat pelayanan kesehatan pada empat (4) dari 22 Puskesmas yang ada di ibukota provinsi Maluku ini.

Keempat Puskesmas itu ialah Puskesmas Air Salobar, Puskesmas Benteng, Waihaong dan Urimessing. Hasilnya, Kaya menemukan sejumlah masalah yang signifikan untuk dibenahi secara baik.

“Kita mengunjungi empat Puskesmas dalam rangka melihat sejauh mana keterlibatan mereka terutama untuk bulan intervensi serentak percepatan penurunan stunting,” tandas Kaya.

Dalam diskusi dan evaluasi yang dilakukan menurutnya, ketika dijumpai ada banyak persoalan yang memang harus dilihat oleh pengambil kebijakan. Sebab ternyata di lapangan itu ada hal-hal yang tidak bisa atau sulit mereka selesaikan.

“Antara lain salah satunya seperti nomor induk kependudukan (NIK). Dimana ada NIK yang tidak dimiliki bayi-bayi, anak-anak kita yang banyak orang tuanya belum menikah, belum punya kartu keluarga (KK) atau anak yang lahir diluar nikah. Sehingga kesulitan mengetahui NIK,” tandasnya.

Menurut Kaya, sistem administrasi dan bernegara saat ini, semua berbasis pada NIK. Sehingga jika tidak memiliki NIK, mereka akan kesulitan untuk mengakses baik bertalian dengan pelayanan kesehatan maupun bantuan-bantuan kesehatan yang diberikan.

“Semacam mereka yang masih dalam masalah itu semacam pada kondisi terisolir dalam masyarakat karena tidak mendapat dukungan baik itu BPJS Kesehatan maupun bantuan lain dari pemerintah lewat Puskesmas dan Posyandu. Itu yang kita coba raih,” tegasnya.

Dalam kunjungan ke Puskesmas ini pula, tambah Penjabat Walikota, para Lurah dan RT/RW turut pula dihadirkan dengan maksud menggalang kebersamaan, kerja bersama dan satu gerak lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Ditegaskan, dengan kerjasama lintas sektor, dukungan semua stakeholder maka semua proses-proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Puskesmas dan Posyandu itu bisa berjalan dengan baik.

“Karena di Posyandu awal anak-anak kita terlayani kesehatan, baik itu Balita, ibu hamil, orang tua Lansia. Mereka yang ada dalam status rentan dan rata-rata punya kondisi ekonomi juga tidak bagus amat. Sehingga Puskesmas dan Posyandu menjadi alternatif sangat solutif untuk mereka mendapatkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (NS)

Views: 6
Facebook
WhatsApp
Email