
AMBON,Nunusaku.id,- Dalam rangka melakukan tugas pengawasan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, ratusan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) se-provinsi Maluku diberikan pembekalan dan penguatan kapasitas.
Pembekalan dan penguatan kapasitas yang diramu lewat bimbingan teknis (Bimtek) itu akan dilakukan selama empat hari, mulai 2-6 Juli 2024, dengan menghadirkan narasumber dari pimpinan, anggota dan kepala sekretariat Bawaslu Maluku, anggota KPU Maluku, pegiat Pemilu, akademisi hingga mantan pimpinan Bawaslu Maluku.
Koordinator Divisi Pencegahan, Pengawasan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Maluku, Daim Baco Rahawarin mengatakan, Bimtek ini momentum strategis dan pertama kali digelar dengan mengumpulkan Panwascam se-Maluku.
“Pemilu 2024 telah dijalankan dengan sukses, aman dan lancar. Namun masih banyak residu yang harus dievaluasi, diperbaiki untuk menatap pelaksanaan pemilihan serentak tahun 2024 yang tahapannya mulai dijalankan saat ini,” tandas Rahawarin.
Menurutnya, demokrasi yang berjalan harus berkualitas. Karena itu mesti ditunjang dengan penyelenggara yang berintegritas, khususnya Panwascam sebagai garda terdepan dalam melakukan pengawasan jalannya Pilkada.
“Semakin banyak partisipasi publik, semakin memudahkan kerja-kerja pengawasan kita. Sebab itu Bawaslu dan jajaran dibawah termasuk Panwascam harus bersinergi dengan semua elemen terkait untuk tidak saja menjadi pemilih, tapi juga harus membantu mengawasi pemilihan serentak,” tegasnya.

Sementara itu, Kordiv SDM-OD Bawaslu Maluku Stevin Melay menegaskan, Bimtek ini selain belajar, sharing serta diberikan pembekalan, pengetahuan dan informasi seputar tugas-tugas pengawasan untuk tahapan pemilihan serentak. Tetapi juga guna memastikan dan menjaga profesionalisme dan integritas Panwascam.
“Saya minta kawan-kawan serius dan taat ikuti Bimtek ini hingga selesai. Karena proses ini dan segala hak yang melekat pada kita dibiayai dari uang rakyat, uang negara. Maka kita harus kembalikan kepada rakyat yakni harus memastikan proses demokrasi berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan,” ingatnya saat membuka Bimtek di The Natsepa Hotel-Desa Suli Maluku Tengah, Selasa (2/7) malam.
Bimtek ini menurutnya, sangat penting dan strategis dalam upaya untuk menguatkan, mengokohkan tugas dan kewajiban seluruh Panwascam berkaitan tugas pengawasan di setiap tahapan pemilihan. Salah satu yang sedang berjalan ialah tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih.
“Tolong dampingi dan pastikan PKD dalam pengawasan Pantarlih untuk Coklit, agar semua pemilih yang memiliki hak pilih bisa terdaftar dalam DPT. Sebab ada hal-hal yang terlewatkan saat tugas pengawasan tahapan pemilihan Presiden dan legislatif lalu. Dimana ada pemilih yang mesti terdaftar dalam DPT, tetapi faktanya tidak terdaftar,” tandasnya.
“Pastikan hal-hal itu tidak boleh terlewatkan. Karena tugas kita memastikan hak warga negara setara di Pemilu maupun Pilkada. Bahwa mereka bisa gunakan haknya secara baik dan benar di Pemilu,” tegas Melay.
Sebagai pengawas Pemilu di tingkat kecamatan, menurut Melay, Panwascam akan dihadapkan dengan tantangan kedepan yang sangat besar yaitu Pilkada. Dinamika politik lokal yang tentu berbeda dengan Pilpres dan Pileg.
“Jika Pileg 2024 lalu, ada 12 gugatan Pileg di Maluku masuk di MK, artinya tugas kita selaku pengawas dalam melakukan pengawasan belum maksimal. Maka perlu kita serius dan kerja lebih maksimal lagi. Kita harus pastikan bahwa setiap tahapan Pilkada, tidak ada perselisihan yang dibawa ke MK,” pintanya.
“Semua itu bisa terjadi tergantung kualitas kita sebagai pengawas dalam memahami seluruh aturan yang ada dan menjalankannya secara baik dan benar. Kita harus memahami apa yang harus dilaksanakan, bukan sebaliknya, melaksanakan apa yang tidak dipahami,” pungkasnya. (NS)



