
AMBON,Nunusaku.id,- Berdasarkan data gangguan Kamtibmas selama tahun 2024 terhitung Januari-Mei 2024 berjumlah 1908 kasus. Jika dibandingkan periode yang sama (Januari-Mei) di tahun 2023 berjumlah 2012 kasus, artinya mengalami penurunan sebesar 5 %.
“Dari hasil evaluasi, situasi Kamtibmas hingga Mei 2024 dalam keadaan aman dan kondusif, dimana untuk tingkat gangguan Kamtibmas turun dibanding bulan-bulan sebelumnya,” tandas Kapolda Maluku Irjen Polisi Lotharia Latif saat memimpin rapat analisa dan evaluasi (Anev) kinerja untuk wilayah hukum Polda Maluku di ruang rapat PJU lantai 2 Polda Maluku, Rabu (5/6/2024).
Diketahui, rapat yang digelar rutin tiap bulan ini menyangkut “Analisa dan Evaluasi Gangguan Kamtibmas Polda Maluku dan jajaran selama bulan Mei 2024 serta membahas kesiapan menghadapi peringatan ke-78 Bhayangkara.
Anev dipimpin Kapolda Maluku Irjen Polisi Lotharia Latif, didampingi Wakapolda Brigjen Polisi Stephen Napiun, dihadiri seluruh Pejabat Utama serta Kapolres jajaran Polda Maluku secara daring melalui zoom meeting.
Dengan penurunan itu, kata Lotharia, dapat disimpulkan situasi Kamtibmas Polda Maluku dan jajaran sampai saat ini dalam keadaan aman dan kondusif, walau ada beberapa kejadian/kasus menonjol yang terjadi dan menjadi atensi bersama untuk diantisipasi.
“Saya mendorong masyarakat agar meningkatkan siskamling dan agar jajaran Polri di Maluku khususnya Polres jajaran melakukan patroli terbuka di daerah rawan kejahatan,” pintanya.
Di kesempatan itu, Kapolda berterima kasih kepada seluruh personil serta masyarakat Maluku yang telah berpartisipasi aktif mendukung Polda Maluku dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Kepada masyarakat agar situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif ini tetap dijaga dan pelihara, tingkatkan Siskamling di wilayah masing-masing, cegah hal-hal yang cenderung berpotensi terjadinya kejahatan seperti kumpul-kumpul tanpa tujuan, penyalahgunaan miras dan perjudian serta kejahatan dijalanan,” harapnya.
Kapolda mengajak agar hindari perbuatan provokasi baik langsung maupun melalui medsos. Bila ada kejadian, cek kebenarannya, sehingga tidak langsung mengkaitkan ke isu SARA.
“Bila ada pelangaran hukum, tanggungjawab perorangan dan jangan dibawa-bawa atas nama kelompok atau suku,” ingatnya.
Irjen Lotharia lantas mengajak warga Maluku menjaga kerukunan dan hentikan pertikaian dan konflik yang tidak perlu, sehingga Maluku aman dan menarik investor untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. (NS)



