
AMBON,Nunusaku.id,- Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) atau proyek prakarsa penanggulangan bencana Indonesia yang didanai World Bank atau Bank Dunia telah dipersiapkan sejak 2019 untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap bencana.
Di Indonesia, Kota Ambon menjadi salah satu daerah terpilih bersama Kabupaten dan Kota di Indonesia bersama Provinsi yang turut mendapat kepercayaan World Bank dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melaksanakan beberapa program kegiatan penanggulangan bencana.

Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse menyebut, sejumlah kegiatan yang sudah dilaksanakan itu antara lain survey kerentanan dan kesiapsiagaan, rambu evakuasi dan papan informasi tsunami, penyusunan dokumen kajian risiko bencana (KRB) tsunami.
Kemudian penyusunan dokumen rencana kontingensi gempa bumi dan tsunami, sistem diseminasi informasi dan peringatan ancaman tsunami, pembangunan gedung baru Pusdalops, penguatan ketangguhan masyarakat atau Desa tangguh bencana (DESTANA) serta pelatihan kesiapsiagaan bencana Kota Ambon.
“Mewakili pa Penjabat Walikota, saya ucapkan terima kasih kepada BNPB dan World Bank yang telah mempercayai Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk melaksanakan beberapa kegiatan penanggulangan bencana itu,” tandas Ririmasse saat menjamu kunjungan pejabat teras BNPB, World Bank, Kementerian Keuangan dan BMKG di Ambon, Rabu (28/5).
Atas kepercayaan itu, menurut Ririmasse, pemerintah dan masyarakat Kota Ambon telah rasakan hasil dan manfaat kegiatan atau project IDRIP di Kota Ambon.
Seperti tersedianya dokumen dan peta kajian resiko bencana (KRB) Kota Ambon, tersedianya peta KRB Kota Ambon, terpasangnya rambu dan papan peringatan sebagai penunjuk arah evakuasi.
Kemudian tersusunnya dokumen rencana kontinjensi (Renkon) gempa bumi dan tsunami, tersedianya sistem informasi dan peringatan ancaman tsunami Kota Ambon, tersedianya gedung baru Pusdalops Ambon, terbentuknya Desa tanggung bencana atau Destana dan penguatan kapasitas BPBD Kota Ambon.

“Melihat hasil dan manfaat program IDRIP, harapan kami program ini dapat terus berlanjut di Kota Ambon, dalam rangka mengurangi resiko bencana di Kota Ambon dan mewujudkan Kota Ambon yang tangguh bencana,” pungkasnya.
Diketahui, Program IDRIP yang rencananya berakhir tahun 2024 ini bertujuan meningkatkan peringatan dini, kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh masyarakat Indonesia khususnya menghadapi bencana tsunami.
Juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan sistem manajemen risiko dan tanggap darurat bencana, termasuk investasi pada sistem peringatan dini multi-ancaman bahaya geofisika dan upaya peningkatan kapasitas institusi.
IDRIP diimplementasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai Executing sekaligus Implementing Agency. (NS)

