Nonton "Glenn Fredly the Movie" Bareng Siswa Bintara Polri, Kapolda: Sangat Menginspirasi
IMG-20240507-WA0034

AMBON,Nunusaku.id,- Polda Maluku menggelar nonton bareng (Nobar) film “Glenn Fredly the Movie”, sebuah kisah perjalanan cinta, musik dan keluarga musisi Maluku, almarhum Glenn Fredly di XXI Ambon City Center (ACC), Selasa (7/5) malam.

Nobar yang diikuti Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif dan jajaran pejabat utama (PJU) Polda Maluku bersama para isteri itu turut pula dihadiri puluhan siswa sekolah Bintara Polri (SEBA) SPN Polda Maluku dan insan pers.

Usai menonton film berdurasi 2,5 jam itu, Kapolda katakan, Polda Maluku memang sengaja memberikan apresiasi atas produksi film anak bangsa “Glenn Fredly the Movie” dengan membuat Nobar.

“Film ini tidak hanya saja sekedar hiburan, tetapi sebetulnya menginspirasi kita semua. Dimana walau seorang Glenn Fredly telah tiada, tetapi kita memiliki banyak Glenn-Glenn baru di Maluku, khususnya Kota Ambon,” tandas Lotharia.

Melalui seni, budaya, lagu kata Jenderal Bintang Dua itu, bagaimana seorang Glenn Fredly membangkitkan gairah hidup orang di Ambon dan Maluku.

Lebih daripada itu, semua esensi film Glenn Fredly the Movie jika diikuti dengan saksama adalah bagaimana menjaga Ambon, Maluku dan menjaga kedamaian dan kebersamaan harus digaungkan oleh seluruh warga masyarakat tanpa kecuali.

“Semangat itulah yang perlu kita jaga kedepan sebagai warga Maluku, kalau ingin Maluku, khususnya Ambon sebagai ibukota provinsi untuk semakin baik dan maju kedepan,” terangnya.

Mengajak PJU dan khususnya siswa Sekolah Bintara Polri SPN Polda Maluku menonton film ini secara bersama, menurut Irjen Lotharia, agar mereka juga punya wawasan bahwa banyak talenta-talenta hebat di Ambon dari berbagai aspek.

Sebab itu, dirinya lantas mengajak semua warga kota Ambon dan Maluku pada umumnya agar juga berkesempatan menonton film Glenn Fredly the Movie, karena mengandung banyak makna.

“Ambon sebagai city of music, dengan musik menyatukan semua perbedaan-perbedaan, kita harus jaga kebhinekaan itu. Jadi kita harus melihat persepektif, pandangan dari kesamaan. Jangan hanya melihat perbedaan itu untuk menjadikan kita akhirnya selalu bertikai, berkonflik dan akan selalu tertinggal dibanding daerah lain,” pungkasnya. (NS)

Views: 0
Facebook
WhatsApp
Email